Tuesday, August 29, 2006

DatukK Siti VS Mawi Ina...siapa untung





Untung adalah yahudi dan hindu estrimisdan yang rugi adalah umat Islam

Aqidah umat islam diratah cukup rakus daripada 2 events iniSiti yang semasa aqad nikah cukup ayu berbaju putih labuh dan bertudung litup, tetapi ketikaacara persandingan boleh membuka tudung dan memakai gaun sehingga menampakkan sebahagian leher dan dada"Seolah olah" menggambarkan petang semalam aku beriman kerana rumahMu yaAllah, pagi hari ini aku kufur sekejap semata-mata untuk peminat tercinta, sultan2,para pembesar suami tersayang...Begitulah gambaran umat Islam daripada majlis siti tadi...Bukannya saya seorang yang estrimis agamatetapi saya adalah orang yang cukup sensitif dengan maruah agama...Kan cantik kalau tudung itu bukanhanya pakaian islam untuk memuliakan adat, tetapi pakaian taqwa untuk memuliakan islam dan adat.

Mawi dan ina dipertemukan semalam dengan tidak semena-mena (untuk lawan populariti acara pernikahana datuk k dan ct di tv3 katanya)...ketika berjumpa ina bersalam dengan mawi sambil cium tangan si abang...satu momen yang dramatik untuk memberitahu satu malaya bahawa mereka sudah berbaik semula.

Ini satu lagi musibah. Masakan mungkin dua jiwa yang tidak punya ikatan yang sah tetapi perpisahan mereka seoalah-olah mereka telah melayari bahtera kehidupan selama puluhan abad...dan seolah-olah satu dosa besar yang perlu dijernihkan... kot mana pun mereka perlu disatukan atas dasar kemanusiaan. Sekali lagi saya bukanlah qodi yang mampu menghukum, tetapi sepanjang pengetahuan saya tidak ada satu ikatan robbani jika 2 insan bernama lelaki dan wanita hanya diputuskan dalam "acara" pertunangan.

Tetapi cerita2 begini akan tetap menjadi sejarah Malaysia yang akan diulang dan diulang untuk kesekian generasi...baca doa, boleh menyanyi,pakai tudung boleh buka,tunang boleh salam akan menjadi satu genre yang akan mewarnai budaya dan adat resam melayu..apa yang haram bagi agama itu sudah nampak halal dek gerakan sosialisasi seperti ini. Dan inilah yang menjadi impian setiap orang, inilah matlamat yang telah tertanam didalam benak dan fikiran setiap anak kecil apabila mereka dewasa mereka ingin menjadi seperti mawi dan siti...bagi ibu bapa pula inilah cita-cita mereka untuk melihat anak bahagia seperti apa seperti mawi dan siti.

Bukan seperti A'isyah gadis genit yang pintar sewaktu kecilnya sehingga menjadi ummahatul mukmininyang disegani oleh para sahabat dan sohabiah...Bukan seperti mus'ab pemuda tampan kaya bermegah ketika zaman jahiliyyahnya tetapi cukup hiba dikala Rasulullah melihat kematiannya yang serba kekurangan.

Wednesday, August 23, 2006

Apa komen.........



Ikhwah, akhwat yang dimuliakan Allah...apa komen antum setelah melihat gambar diatas
Boleh forwardkan komen anda kepada saya di asadullah_alqamr@yahoo.com. I.Allah komen anda akan sampai direct kepada orang yang berkenaan

Resolusi 1701 Tak Selesaikan Inti Persoalan

By
Dr. Yusuf Kamel Ibrahem
Pensyarah di Universiti Al Aqsha - Gaza

Majlis Keselamatan (Security Council) PBB akhirnya bersetuju keatas projek yang diusulkan oleh Perancis – Amerika berkaitan kekerasan Israel atas Lubnan. Seperti biasa, Majlis Keselamatan PBB mengeluarkan resolusi-resolusinya dengan dengan cara yang menimbulkan kerancuan dan multi tafsir. Sebab yang mengkonsepnya adalah Amerika yang kemudian dimajukan kepada anggota Majlis Keselamatan agar mereka melakukan undian (padahal draft resolusi itu telah disosialisasikan Amerika sebelumnya). Seperti biasa, resolusi yang dikeluarkan Majlis Keselamatan PBB hanya berpihak kepada kelompok invator dan kaum aniaya daripada berpihak kepada korban yang tertindas. Ironi resolusi DK PBB itu pun berulang di resolusi no. 1701. Resolusi baru ini tidak mengisyaratkan pada gencatan senjata. Namun menegaskan secara tekstual “dihentikannya tindakan permusuhan--siapa yang bermusuh”. Juga menegaskan sejumlah titik masalah yang masih menjadi kontroversi. Sejumlah pasal juga mencerminkan ketidakadilan dan tidak obyektif terutama penegasannya sejumlah pasal bahwa kelompok perlawanan yang bertanggungjawab karena telah memulai serangan. Sementara dalam resolusi ini sama sekali tidak mencela atau menyalahkan Israel bahkan dalam resolusi ini tidak disebutkan sama sekali yang terkait dengan permusuhan, kejahatan atau permusuhan Israel yang sudah berlangsung bertahun-tahun sebelumnya. Padahal Israel secara terang telah membunuh lebih dari 1000 orang di Libanon, membumihanguskan infrastruktur Libanon dan melakukan kejahatan perang.

Resolusi ini juga tidak mempertegas soal perkebunan Syab’a. Soal perkebunan Syab’a dalam resolusi Majlis Keselamatan PBB kali ini hanya meminta kepada Setiausaha Agung PBB untuk membawa sejumlah usulan ke Dewan Keselamatan dalam waktu 30 hari untuk menentukan perbatasan Lubnan secara detail. Artinya resolusi ini menjadikan Syab’a isu untuk difikir ulang dan yang akan dibawa nantinya ke Majlis Keselamatan untuk keputusan muktamad.

Pertanyaannya di sini, siapa yang menentukan persepsi dan pemikiran tentang Syab’a??
Dalam resolusi ini juga tidak ada kepedulian dengan tahanan Libanon yang berada di penjara Israel seakan mereka dianggap tidak ada. Resolusi tidak menyinggung pelanggaran serangan udara, darat dan laut serta perairan Lubnan. Juga tidak menyinggung pelanggaran Israel terhadap kedaulatan Lubnan yang dilakukan setiap hari dan terus-menerus. Resolusi juga tidak menyinggung penjajahan Israel terhadap perkebunan Syab’a. Padahal krisis belakangan muncul sesungguhnya dipicu oleh penjajahan Israel terhadap Syab’a dan harus dicarikan solusi segera untuk mengembalikan perkebunan ini kepada republik Lubnan. Resolusi Majlis Keselamatan PBB kali ini tidak menyentuh soal peta bom ranjau yang dipasang Israel di wilayah yang cukup luas di selatan Lubnan yang menelan ribuan korban rakyat Lubnan.

Resolusi ini seperti halnya resolusi Majlis Keselamatan PBB lainnya yang hanya menyisakan tinta di kertas namun tidak menyentuh masalah inti yang sebenarnya dan tidak menyelesaikannya serta tidak memberikan solusi inti. Inilah yang muncul dari pernyataan sejumlah pihak terhadap perang ini. Adapun masalah penenangan dan pembiusan atas kondisi yang dialami oleh Libanon maka tunggu saja pada suatu saat akan meledak, dan ini tampak jelas pada sikap berbagai pihak.

Nasib Perkebunan Syab’a di bawah kesepakatan Amerika – Israel
Sejumlah sumber media menyebutkan, negara zionis Israel telah memberikan isyarat yang membuka niat mereka untuk memperkokoh penjajahan mereka terhadap wilayah Syab’a. Sumber ini mengungkap adanya janji Amerika untuk menjauhkan PBB dalam menentukan masalah final wilayah ini.

Harian Israel Haaretz dalam laman webnya mengungkap bahwa ada kesepakatan antara Israel dan Amerika soal wilayah perkebunan Syab’a dan kesepakatan ini berada di belakang resolusi Majlis Keselamatan PBB terkait dengan gencatan senjata di Lubnan. Situs yang sama mengisyaratkan adanya sumber tinggai di pemerintah Israel yang menyatakan, “Israel tidak akan komitmen dengan penarikan dari perkebunan Syab’a hingga Sekjen PBB mengumumkan bahwa wilayah ini di bawah Libanon.” Rice, Menlu Amerika juga mengisyaratkan masalah perkebunan Syab’a , “Sekjen PBB, Kofi Anna harus menyelusaikan perbedaan antara Suriah dengan Libanon tentang perkebunan Syab’a dan Israel tidak akan terpaksa melepaskan perkebunan ini pada tahapan seperti ini,”

Monday, August 21, 2006

1701 sama macam hotdog 1901...nampak sedap tapi pedas, payau, masin

1. Calls for a full cessation (end) of hostilities based upon, in particular, the immediate cessation by Hezbollah of all attacks (????) and the immediate cessation by Israel of all offensive (offense of what? Hezbollah attacks) military operations;

Komen : Apa ni. Hezbollah attacks?? siapa yang menyerang, lepas tu Israel of all offensive military operations..Serangan dalam bentuk operasi ketenteraan atau sengaja nak perang

2. Upon full cessation of hostilities, calls upon the government of Lebanon and Unifil as authorised by paragraph 11 to deploy their forces together throughout the South and calls upon the government of Israel, as that deployment begins, to withdraw all of its forces (sounds peaceful) from southern Lebanon in parallel;

Komen : Cewah..as that deployment begins...takde2 keluar sekarang...

3. Emphasises the importance of the extension of the control of the government of Lebanon over all Lebanese territory in accordance with the provisions of resolution 1559 (2004) and resolution 1680 (2006), and of the relevant provisions of the Taif Accords, for it to exercise its full sovereignty, so that there will be no weapons without the consent of the government of Lebanon (seems to show Hezbullah is the traitor/ culprit) and no authority other than that of the government of Lebanon;

Komen : Kerajaan Lubnan kena ikut resolusi dan Perjanjian Toif, Yahudi berapa banyak perjanjian dia dah langgar

4. Reiterates its strong support for full respect for the Blue Line;

Komen : Lubnan lagi kena

5. Also reiterates its strong support, as recalled in all its previous relevant resolutions, for the territorial integrity, sovereignty and political independence of Lebanon (wasn’t there any before?) within its internationally recognized borders, as contemplated by the Israeli-Lebanese General Armistice Agreement of 23 March 1949;

Komen : Tak ada kebebasan politik ke sebelum ni. Ke US yang culprit dia

sambung komen...

6. Calls on the international community to take immediate steps to extend its financial and humanitarian assistance to the Lebanese people, including through facilitating the safe return of displaced persons and, under the authority of the government of Lebanon, reopening airports and harbours, consistent with paragraphs 14 and 15, and calls on it also to consider further assistance in the future to contribute to the reconstruction and development of Lebanon;

Komen : Calls on the international community to take immediate steps..whattttt?....stupid...we have been acting since the first day of occupation

7. Affirms that all parties are responsible for ensuring that no action is taken contrary to paragraph 1 that might adversely affect the search for a long-term solution, humanitarian access to civilian populations, including safe passage for humanitarian convoys, or the voluntary and safe return of displaced persons, and calls on all parties to comply with this responsibility and to cooperate with the Security Council;

Komen : Hey...there are actions taken contaraty to para 1...memang dasar Yahudi dan Nasrani yang memusuhi Allah, RasulNya dan orang mukmin...

8. Calls for Israel and Lebanon to support a permanent ceasefire (Ohh !! I thought Israel only yang kena permanent ceasefire) and a long-term solution based on the following principles and elements:

Komen : Call for Israel and Lebanon to support a permanent ceasefire...Rasanya tawaran ni dibuat oleh Hizbullah dulu, tapi dengan angkuhnya Israel menolak segala usaha damai

a. Full respect for the Blue Line by both parties;
security arrangements to prevent the resumption of hostilities, including the establishment between the Blue Line and the Litani river of an area free of any armed personnel, assets and weapons other than those of the government of Lebanon and of UNIFIL as authorised in paragraph 11, deployed in this area;

b. Full implementation of the relevant provisions of the Taif Accords, and of resolutions 1559 (2004) and 1680 (2006), that require the disarmament of all armed groups in Lebanon, so that, pursuant to the Lebanese cabinet decision of July 27, 2006, there will be no weapons or authority in Lebanon other than that of the Lebanese state;

c. No foreign forces in Lebanon without the consent of its government;

d. No sales or supply of arms and related materiel to Lebanon except as authorized by its government;

komen : Oh macam tu...pastu untuk Israel dibenarkan supply bom nuklear, peluru berpandu, kereta kebal dari US...sebab nak melakukan defensive military actions...jahannam

e. Provision to the United Nations of all remaining maps of land mines in Lebanon in Israel's possession;

komen : Israel mana ada tanah...rampas tanah orang, kemudian bunuh anak watan, rogol wanita-wanita muslimah...tendang orang tua...mereka manusia yang kurang ajar

9. Invites the secretary general to support efforts to secure as soon as possible agreements in principle from the government of Lebanon and the government of Israel to the principles and elements for a long-term solution as set forth in paragraph 8, and expresses its intention to be actively involved;

10. Requests the secretary general to develop, in liaison with relevant international actors and the concerned parties, proposals to implement the relevant provisions of the Taif Accords, and resolutions 1559 (2004) and 1680 (2006), including disarmament, and for delineation of the international borders of Lebanon, especially in those areas where the border is disputed or uncertain, including by dealing with the Shebaa farms area, and to present to the Security Council those proposals within 30 days;

Komen : border is disputed or uncertain...jangan main2 bahasa pulak...Israel yang ceroboh border...mana ada sempadan sesebuah negara tu uncertain...semua dah ditetapkan

11. Decides, in order to supplement and enhance the force in numbers, equipment, mandate and scope of operations, to authorize an increase in the force strength of Unifil to a maximum of 15,000 troops, and that the force shall, in addition to carrying out its mandate under resolutions 425 and 426 (1978):
a. Monitor the cessation of hostilities;
b. Accompany and support the Lebanese armed forces as they deploy throughout the South, including along the Blue Line, as Israel withdraws its armed forces from Lebanon as provided in paragraph 2;
c. Coordinate its activities related to paragraph 11 (b) with the government of Lebanon and the government of Israel;
d. Extend its assistance to help ensure humanitarian access to civilian populations and the voluntary and safe return of displaced persons;
e. Assist the Lebanese armed forces in taking steps towards the establishment of the area as referred to in paragraph 8;
f. Assist the government of Lebanon, at its request, to implement paragraph 14;

12. Acting in support of a request from the government of Lebanon to deploy an international force to assist it to exercise its authority throughout the territory, authorizes Unifil to take all necessary action in areas of deployment of its forces and as it deems within its capabilities, to ensure that its area of operations is not utilised for hostile activities of any kind, to resist attempts by forceful means to prevent it from discharging its duties under the mandate of the Security Council, and to protect United Nations personnel, facilities, installations and equipment, ensure the security and freedom of movement of United Nations personnel, humanitarian workers, and, without prejudice to the responsibility of the government of Lebanon, to protect civilians under imminent threat of physical violence;

13. Requests the secretary general urgently to put in place measures to ensure Unifil is able to carry out the functions envisaged in this resolution, urges member states to consider making appropriate contributions to Unifil and to respond positively to requests for assistance from the Force, and expresses its strong appreciation to those who have contributed to Unifil in the past;

14. Calls upon the government of Lebanon to secure its borders (????? tak paham) and other entry points to prevent the entry in Lebanon without its consent of arms or related materiel and requests Unifil as authorised in paragraph 11 to assist the government of Lebanon at its request;

15. Decides further that all states shall take the necessary measures to prevent, by their nationals or from their territories or using their flag vessels or aircraft;
a. the sale or supply to any entity or individual in Lebanon of arms and related materiel of all types, including weapons and ammunition, military vehicles and equipment, paramilitary equipment, and spare parts for the aforementioned, whether or not originating in their territories, and;
b. the provision to any entity or individual in Lebanon of any technical training or assistance related to the provision, manufacture, maintenance or use of the items listed in subparagraph (a) above, except that these prohibitions shall not apply to arms, related material, training or assistance authorised by the government of Lebanon or by Unifil as authorised in paragraph 11;

16. Decides to extend the mandate of Unifil until 31 August 2007 (eramuslim tadi, tentera israel masih ada disebalik bukit sepanjang border Lubnan, tangkap budak2, baung najis didapur orang kampung), and expresses its intention to consider in a later resolution further enhancements to the mandate and other steps to contribute to the implementation of a permanent ceasefire and a long-term solution;

17. Requests the secretary general to report to the Council within one week (sapa dalam council tu--zionis dan uncle sam) on the implementation of this resolution and subsequently on a regular basis;

18. Stresses the importance of, and the need to achieve, a comprehensive, just and lasting peace in the Middle East, based on all its relevant resolutions including its resolutions 242 (1967) of 22 November 1967 and 338 (1973) of 22 October 1973;

19. Decides to remain actively seized of the matter.


p/s All about other people not Israel. Israeli militants attack were just considered as offensive military operation. Stupid, after all the terror, assassination, bombing, killing old folks and child…

http://news.bbc.co.uk/2/hi/middle_east/4785963.stm
Saturday, 12 August 2006, 01:33 GMT 02:33 UK

Saturday, August 19, 2006

Sahabat...tiada jurang kemanusiaan antara kita kecuali taqwa

Assalamualaikum...

Untuk sahabatku yg palingku cintai
Yang meminjamkan badannya untuk mengangkat aku
Yang dirinya aku segani
Yang dirinya adalah contoh yang ingin aku ikuti
Yang aku hormati dan aku kagumi

Aku benar2 merasa bersalah atas tindakan aku sebelum ini
Aku yakin kau terluka dan kecewa
Lalu aku menghukum diriku selama 2 minggu ini
Aku mengelak bertemumu keranaku malu

Aku telah rasakan kehilangan seluruh hidupku tanpa ikhwah disisi
Aku minta maaf
Tindakan aku itu bukan kau sj rasai
Murrobi turut merasai
Alangkah indah andai tarbiyahku seusia dan sebanding denganmu
Pasti aku akan menyenangkan semua
Tapi...

Aku masih terlalu byk perkara asas yang perlu diperbaiki dan..
Maaf andai dalam perjalanan ini aku melukaimu
Terima kasih wahai sahabatku
Teguran dari seorang yang amat aku segani menunjukkan kepadaku mana yang perlu aku perbaiki
Kini aku sedang memperbaikinya

From:
Nazrul

Monday, August 14, 2006

Ulama Sedunia: Wajib Dukung Perlawanan di Lebanon dan Palestin

COMES – Cairo: -Syeikh Yusuf Qardhawi, ulama besar dunia, menegaskan bahwa perlawanan di Lebanon adalah jihad yang dibenarkan oleh syari’at Islam. Perlawanan di sana sama mulianya dengan perlawanan di Palestin. Syi’ah adalah bagian dari umat Islam dan ‘wajib’ bagi setiap muslim untuk menolong perlawanan ini melawan permusuhan Zionis Israel.

Dalam wawancara dengan harian Al-Wafd, Mesir, Yusuf Qardhawi mengatakan:”Perlawanan apapun adalah hal yang mulia dalam umat ini (Islam), baik itu di Palestin ataupun di Lebanon. Tidak masalah, apakah perlawanan Lebanon itu dari kalangan Syi’ah, karena mereka adalah bahagian dari umat Islam. Sama-sama mengatakan Laa Ilaaha Illallah. Dari sisi pokok-pokok agama, banyak yang sejalan dengan kita. Walaupun dalam sejumlah hal, bertentangan dengan kita.”

Qardhawi juga mengenang perlawanan rakyat Lebanon yang “Berhasil membersihkan tanah air muslim dari kotoran tangan Zionis Israel. Tinggal perkebunan Seba’ yang sebentar lagi akan bisa dibebaskan kembali,” begitu tandasnya seperti yang dilaporkan al markaz al filistini lil i'lam, Selasa (25/7). Penghargaan juga Qardhawi sampaikan kepada rakyat dan bangsa Arab yang mendukung perjuangan Lebanon. Namun beliau mengecam sikap para penguasa dan pemimpin Arab yang malah mengritik perlawanan perjuangan Islam.

“Kita semua harus siap membela Lebanon dari serangan brutal Zionis Israel yang telah menghancurkan negeri itu hanya dengan alasan ingin membebaskan tiga tahanannya. Tapi, tak ada satupun orang Arab yang bergerak ingin membebaskan sekitar 10 ribu tahanan yang sekarang ini mendekam di penjara-penjara Israel,” tambahnya tegas.

Sementara itu, Mursyid ‘Am Ikhwanul Muslimin (IM), Muhammad Mahdi Akef, menentang habis-habisan kejahatan perang yang dilakukan oleh Zionis Israel, baik yang di Gaza maupun di Lebanon. Menurut Akef, kejahatan-kejahatan itu, dalam sejarah Yahudi, tidaklah mengherankan. Ia juga mengisyaratkan bahwa apa yang terjadi itu adalah bagian dari silsilah serangan yang dilancarkan kepada umat Islam sepanjang sejarah, oleh musuh-musuhnya.

Sebelumnya, dalam keterangannya kepada wartawan, IM mengajak untuk tidak mempedulikan sejumlah sikap Arab dan Islam yang melemahkan dukungannya kepada perlawanan Islam di Lebanon, karena (hanya mengangap) masalah kewilayahan. “Itu semua tidak membantu kepentingan dan kemaslahatan umat Islam,” tambahnya. Dalam surat tersebut, Mahdi Akef menegaskan akan sikap IM yang mengambil berat pada perlawanan Arab dan Islam, baik yang ada di Lebanon ataupun di Palestin, dalam menghadapi musuh Zionis Israel. Mereka, Zionis Israel, melancarkan permusuhan itu tidak lain untuk membasmi eksistensi dan keberadaan umat Islam.

Surat pernyataan yang ditanda-tangani langsung oleh Akef itu menyebutkan:”Saat suara jeritan dan tangisan anak dan korban melengking meminta pertolongan kepada saudaranya seiman, sebangsa dan setanah air. Di saat itu semua, kita mendengar dan melihat sejumlah orang yang ingin mencoba merobek-robek persatuan umat Islam yang sepakat untuk mendukung perlawanan di Palestin dan Lebanon. Iaitu dengan cara memunculkan fitnah dan perbedaan lama yang dulu pernah merusak otak dan jasad umat. Padahal para pemilik akal yang sehat telah sepakat untuk tidak mempersoalkan masalah-masalah tersebut.”

Dalam keterangan tersebut, IM menolak terang-terangan upaya untuk memecah-belah umat Islam dengan mengelompokkan mereka ke dalam Sunni dan Syi’ah. Atau dengan dalih menghalalkan darah bangsa demi perlawanan, karena menurut mereka, Hizbullah tidak lain hanyalah pelaku dan pelaksana agenda politik Iran di wilayah Timur Tengah.

Pernyataan tersebut, menegaskan akan sikap IM dalam masalah ini dengan mengatakan bahwa dukungan kepada perlawanan menentang musuh Zionis Israel adalah kewajiban bagi setiap muslim. “Ia merupakan hak legal yang dilindungi oleh semua hukum dan undang-undang internasional. Berikut pengalaman semua bangsa yang pernah mengalami penjajahan, pasti melakukan hal yang sama, perlawanan,” tambah pernyataan itu.

Dalam kaitan itu, pernyataan IM itu juga menegaskan bahwa target rencana penjajahan Amerika-Zionis di wilayah Timur Tengah adalah untuk memberangus eksistensi, keberadaan dan tempat suci umat Islam. Oleh karena itu, adalah menjadi kewajiban untuk membela para mujahidin yang ada di Palestin dan Lebanon.

Namun pada saat yang sama, IM mengritik tajam sikap kendur para rezim Arab yang berupaya, melalui propaganda-propaganda jahat, untuk memecah-belah persatuan umat Islam.

Dalam persoalan yang sama, sejumlah ulama dari Arab Saudi dan Yaman mengajak untuk mendukung perlawanan di Lebanon, dan menghilangkan perbedaan mazhab yang terkait dengan masalah ini.

Salah satunya adalah Syeikh Salman Audah, asal Arab Saudi, dalam acara al-hayat kalimah di TV MBC yang ditayangkan setiap Jum’at siang. Beliau meminta untuk menyatukan barisan dalam menghadapi Zionis Israel, yang mereka itu tidak hanya musuh umat Islam, tapi juga musuh kemanusiaan secara universal karena telah menghancurkan setiap penopang kehidupan.

Untuk menyelesaikan krisis (di Lebanon ini) mari kita tinggalkan perbedaan itu. Saat ini bukanlah saat untuk perbedaan dan perpecahan. Musuh kita yang paling besar adalah Yahudi dan Zionis yang telah melakukan kejahatan kemanusiaan, tanpa membeda-bedakan lagi antara anak-anak tak berdosa dengan para prajurit,” tambah Salman tegas.

Ia juga menjelaskan bahwa hidup ini bukanlah satu sisi saja. Puncak kelemahan itu adalah awal dari kekuatan. Ia mengisyaratkan, bangsa Palestin yang diisolasi dari segala penjuru, tak membuatnya mendapatkan kerugian. Menurut Salman, itu sebenarnya adalah sebuah kekuatan yang tidak dimiliki oleh musuh Zionis yang sebenarnya memiliki segala persenjataan.

Syeikh Audah menekankan akan pentingnya berinteraksi dengan krisis ini tanpa menghalangi produktifitas dan pekerjaan kita. “Adalah sebuah kesalahan besar jika kita terlibat jauh pada soal-soal sekunder seputar idealisme krisis, tapi kita malah melupakan siapa musuh yang sebenarnya?!”

Sementara itu, Syeikh Abdul Majid Zendani, Rektor Universitas Al-Iman dan anggota Yaman, mengajak untuk mengadakan sidang darurat membahas revisi undang-undang rekrutmen prajurit. Beliau meminta untuk dilakukan wajib militer bagi para pemuda Yaman guna mendukung dalam pembelaan terhadap umat Islam yang darahnya telah ditumpahkan secara hina oleh Zionis Israel di Palestina dan Lebanon.

Menurut laman web News Yemen, Syeikh Zendani, dalam sebuah khotbahnya, mengacungkan bantuan kepada Hizbullah. Beliau menilai serangan Amerika-Zionis adalah pekerjaan orang penakut. Karena serangan itu dilakukan kepada sebuah kelompok yang mampu bertahan berhadapan dengan musuh Zionis Israel.

Zendani, yang juga Ketua Majlis Syuro Partai Tajammu Yaman untuk Reformasi dan mantan anggota Dewan Presiden, mengajak persatuan Arab dan Islam seperti yang dilakukan Kesatuan Eropa (UE) sebagai salah satu cara yang baik untuk pembelaan kepada umat. Beliau juga menuduh para pemimpin Arab yang tunduk dengan AS. “Kebisuan dan sikap diam diri ini adalah bahagian dari kekerdilan seperti ini,” tambahnya tegas.

Sementara itu, Persatuan Ulama Se-Dunia (PUD), mengajak semua negara-negara Arab dan Islam untuk membantu perlawanan di Lebanon dan Palestin. Lembaga itu, yang diketuai oleh Syiekh Yusuf Qardhawi, dalam pernyataan sikapnya, yang ditanda-tangani oleh setiausaha agungnya, DR. Muhammad Saleem Al-Aduw, menyampaikan penghargaan kepada sikap perlawanan di Palestin dan Lebanon. Karena menurut mereka, apa yang dilakukan itu adalah hak legal, bahkan wajib sifatnya, dalam melawan segala bentuk penjajahan. Itu adalah hak yang ditetapkan oleh Islam dan agama-agama lainnya. Bahkan itu didukung oleh Konvensi Geneva, resolusi-resolusi PBB dan lembaga-lembaga internasional lainnya.

Organisasi itu juga menekankan bahwa perlawanan adalah merupakan sikap yang paling terpuji dalam sejarah umat Islam, baik dulu hingga sekarang. Maka menjadi kewajiban bagi kita, baik penguasa ataupun rakyat, untuk memberikan apa yang sepatutnya diberikan.

Dalam pernyataannya, PUD dikejutkan oleh sikap sebagian pihak yang mencerminkan kekerdilannya. Untuk itu, PUD mengingatkan mereka dan umat Islam lainnya bahwa perang yang sekarang ini dilakukan oleh putera-putera perlawanan adalah tidak lain hanya menyeru seruan Allah ‘Azza wa Jalla yang ingin menunjukkan yang hak itu benar adanya dan yang batil adalah batil adanya, walaupun orang-orang jahat itu tidak menyukainya. Dia Allah, yang juga ingin memisahkan mana yang kotor dengan yang bersih, sehingga nanti Allah menjadikan yang kotor satu dengan lainnya dikumpulkan dalam neraka Jahannam. Demikian salah satu bunyi pernyataan PUD tersebut. (Infopalestina.com)

Friday, August 04, 2006

Gaza Berdarah, Israel Manfaatkan Kesibukan Dunia di Lubnan

Serangan membabi buta tentera Zionis Israel ke Lubnan sejak 12 Julai lalu seakan melupakan dunia atas apa yang tengah terjadi di Palestin, khususnya di Jalur Gaza. Perhatian dunia yang terfokus kepada tragedi berdarah di Lubnan dimanfaatkan Zionis Israel untuk terus melakukan pembantaian terhadap warga Palestin yang terisolasi (terasing dari perhubungan dunia luar) di Jalur Gaza.

Sebuah data yang dikeluarkan Lembaga Al-Jiil Lil Shahafah menyebutkan mangsa pembantaian Zionis Israel sepanjang bulan Julai lalu sahaja mencapai 188 nyawa. PBB mengingatkan masyarakat dunia untuk tidak memalingkan diri terhadap apa yang sedang terjadi di sana (Gaza).

Seperti disebutkan dalam laporan Al-Jiil Lil Shahafah, dari 188 yang maut 29 di antaranya adalah anak-anak, 8 dari kalangan kaum wanita dan 3 orang cacat akibat perang. Ditambah dalam laporan ini, serangan udara dan darat yang dilakukan Israel telah membantai 4 keluarga Palestin dan menewaskan sebahagian besar anggota keluarganya.

sumber: eramuslim