Monday, January 14, 2008

Sajak Di bawah Naungan Al-Quran

Bait-bait kata yang dipinjam dan diolah daripada karya agungnya, pendahulu dakwah dan jihad ini As Syahid Sayed Qutb. Moga bermanfaat

Di bawah naungan Alquran

Hidup di bawah naungan Alquran adalah suatu nikmat. Nikmat yang mengangkat harkat usia manusia...

Hidup di bawah naungan Alquran. Kutempuh hidup dengan kudengar Allah yang Mahasuci berbicara kepadaku dengan Alquran ini padahal aku sejumput hamba yang kecil. Adakah (lagi) penghormatan bagi mansuia seperti penghormatan yang tinggi dan mulia ini?

Aku hidup di bawah naungan Al-quran. Dari tempat yang tinggi aku melihat kejahilan yang bergelombang di muka bumi. Aku melihat 'kepentingan' penghuninya yang kecil tak beerti. Ku melihat 'kekaguman' orang jahiliyah terhadap apa yang mereka miliki bagaikan kanak2. Fikiran, kepentingan dan perhatian mereka bagaikan anak2 kecil. Ketika melihat mereka, aku bagaikan seorang dewasa yang melihat permainan anak2 kecil...tutur katanya pelat seperti anak kecil.

Mengapa manusia ini?...mereka terbenam di dalam lumpur linkungan tanpa bisa dan mahu mendengar seruan yang luhur dan mulia.

Aku hidup di bawah naungan Alquran sambil bersenang-senang dengan menikmati gambaran (tentang tujuan alam wujud dan manusia wujud) dengan lengkap, sempurna, tinggi dan bersih

Bagaimana manusia (boleh) hidup di dalam kubangan yang busuk di dataran paling rendah dan di dalam kegelapan yang hitam pekat, sementara di sisinya ada tempat pendakian yang tinggi, ada tempat penggembalaan yang subur dan cahaya yang cemerlang?

Aku hidup di bawah naungan Alquran, kurasakan simfoni indah antara gerak kehidupan manusia....dengan gerak alam semesta...

Aku hidup dibawah naungan Alquran. Kematian bukanlah akhir dari perjalanan tetapi sebuah 'tahapan' (dari) perjalanan itu sendiri. Apa yang didapati manusia di muka bumi ini bukanlah bahagiannya secara keseluruhan melainkan hanya sejumput kecil sahaja dari bahagiannya.

Perjalanan yang ditempuh (manusia) di atas planet bumi ini hanya perjalanan biasa, sedang (perjalanan) bumi (lebih) jujur dan penyayang...punya ruh yang saling bertemu dan bertegur sapa, dan menuju kepada Pencipta Yang Maha Esa, yang kepadaNya juga ruh orang mukmin dalam kekhusyukan

"Hanya kepada Allahlah sujud segala apa yang ada dilangit dan dibumi, baik dengan kemauan sendiri mahupun terpaksa, dan (sujud pula) bayang2 mereka pada waktu pagi dan petang hari" ar-Ra'd: 15

"Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih memujinya..." al-Israa':44

Di bawah bayang2 AlQuran, aku hidup dengan melihat manusia sebagai makhluk yang lebih banyak mendapatkan penghormatan dibandingkan yang diberikan oleh manusia itu sendiri. Ia adalah (satu-satunya) makhluk yang ditiupkan padanya ruh

"Maka, apabila Aku telah menyempurnakan kejadiaanya dan telah meniupkan kepadanya ruh (ciptaan)Ku, maka tunduklah kamu (wahai malaikat) kepadanya dengan bersujud" al-Hijr: 29

Dengan ditiupkannya ruh ini, manusia menjadi khalifah di muka bumi

"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat ' Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi" al-Baqarah:30

dan segala sesuatu ditundukkan untuknya

"Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semunya (sebagai rahmat) daripadaNya" al-Jaatsiyah:13

Aku hidup dibawah naungan Al-quran. Orang mukmin tidak bernasab kepada keturunan...sesungguhnya mereka adalah salah seorang dari satu rombongan yang mulia yang dibimbing langkahnya oleh rombongan terhormat itu: Nuh, Ibrahim, Ismail, Ishak, Ya'qub, Yusuf, Musa, Isa dan Muhammad alaihimus sholatu wassalam

"Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah adalah agama kamu semua, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepadaKu" al-Mu'minuun:52

Rombongan yang mulia ini terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman...(tetapi) mereka menghadapi sikap manusia yang sama, bahaya yang sama, pengalaman yang sama. Mereka menghadapi kesesatan, kebutaan, penyimpangan, hawa nafsu, kewenang-wenangan, kezaliman, teror dan ancaman. Akan tetapi mereka terus berjalan di jalannya dengan langkah yagn mantap, hati yang tenang, percaya kepada pertolongan Allah, menggantungkan harapan kepadaNya dan selalu menantikan penyempurnaan janji Allah.

"Orang-orang kafir berkata kepada rasul2 mereka ' Kami sungguh-sungguh akan mengusir kamu dari negeri kami atau kamu kembali kepada agama kami. Maka Tuhan menwahyukan kepada mereka 'Kami pasti akan membinasakan orang2 yang zalim itu dan kami pasti akan menempatkan kamu di negeri2 itu sesudah mereka..." Ibrahim:13-14