Friday, December 28, 2007

Generasi yang Melihat Sejarah Dunia: Kematian Benazir Bhutto

Ikhwan condemned the heinous crime which terrorized Pakistan today


Thursday, December 27, 2007

The Muslim Brotherhood condemned the heinous crime which terrorized Pakistan today and took the life of former Prime Minister Benazir Bhutto during an election rally. Mr. Ibrahim Mounir, leader of the Muslim Brotherhood and member of its Executive Council described the assassination of Benazir Bhutto as a major blow to democracy and setback for reform in Pakistan.Mr. Ibrahim Mounir called on all Pakistanis and political leaders to unite during this critical time to root out all forms of terrorism from their country and protect its security and preserve its integrity.

The Muslim Brotherhood offered its deepest condolences to the people of Pakistan and called on its president to restore order and stability which was shattered by its oppressive actions against the political opposition and clampdown on civil liberties in Pakistan and his use of the military to settle old political scores and ensure his firm grip on power. Oppression and injustice will breed violence and terrorism, therefore, we call on world leaders to pressure the Pakistani regime to abandon its dictatorial practices and allow its citizens the peaceful right to oppose their government and express their opinions and enjoy fair and transparent elections.

The Muslim Brotherhood reaffirm its commitment to the democratic system and strongly condemn the use of violence and terror to impose ideology or install a government. We support the people of Pakistan in their struggle against tyranny and terrorism , and we pray for the day when all our people can enjoy freedom and prosperity.

The last few minutes or moments that separated Benazir Bhutto from death captured in photos

http://www.ikhwanweb.com/Article.asp?ID=15005&LevelID=1&SectionID=0
The Muslim Brotherhood (ikhwan) English Official Website


Benazir Bhutto Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri

Kamis, 27 Des 07 21:28 WIB

Tokoh oposisi di Pakistan Benazir Bhutto tewas dalam serangan bom bunuh diri usai menggelar kampanye, Kamis (27/12). Kementerian Dalam Negeri Pakistan memastikan tewasnya Bhutto dalam insiden tersebut, namun penyebab pastinya masih simpang siur.

Juru bicara kementerian dalam negeri Pakistan Javed Cheema mengatakan, kemungkinan Bhutto terkena pecahan bahan peledak yang disembunyikan pelaku di dalam jaketnya. Sementara penasehat keamanan partai tempat Bhutto bernaung mengatakan, bahwa seorang laki-laki bersenjata menembak Bhutto di bagian dada dan leher ketika Bhutto akan masuk ke mobilnya. Setelah menembak Bhutto, pelakunya melakukan bom bunuh diri.

Suami Bhutto, pada para wartawan sebelumnya mengatakan bahwa isterinya dalam "kondisi serius" dan sedang menjalani pembedahan.

Aparat kepolisian mengatakan, korban tewas akibat bom bunuh diri yang terjadi di Rawalpindi itu berjumlah 20 orang. Insiden ini terjadi hanya beberapa jam setelah empat orang tewas ditembak dan tiga orang luka-luka dalam kampanye pemilu mantan perdana menteri Pakistan Nawaz Sharif. (ln/al-arby)


eramuslim.com

Siapa Pembunuh Benazir Bhutto?

Jumat, 28 Des 07 09:56 WIB

Pembunuhan terhadap tokoh oposisi Benazir Bhutto mengguncang Pakistan dan memicu spekulasi siapa di balik aksi keji pembunuhan Bhutto.

Talat Hussein, analis politik di Islamabad mengungkapkan, banyak kekuatan yang mungkin berada di belakang pembunuhan Bhutto dan Bhutto sendiri pernah menuding agen-agen intelejen pemerintah dan kelompok militan yang pro-al-Qaidah berada di belakang upaya pembunuhan terhadap dirinya.

"Para penyelidik selayaknya memperhatikan dua kelompok ini dalam melakukan penyelidikan terhadap insiden pembunuhan ini, " kata Hussein.

Insiden bom bunuh diri yang menewaskan Bhutto hari Kamis kemarin, merupakan upaya pembunuhan kedua terhadap Bhutto. Dalam percobaan pembunuhan pertama pada 18 Oktober lalu di Karachi, Bhutto lolos dari maut.

Bhutto menjadi perdana menteri kedua di Pakistan yang tewas dibunuh, setelah Perdana Menteri Liaquat Ali Khan, yang dibunuh pada tahun 1951 di Rawalpindi saat berpidato di depan massanya. Selama itu pula, tidak ada petunjuk siapa yang membunuh Ali Khan.

Atas tewasnya Bhutto, pemerintah Pakistan mengumumkan hari berduka selama tiga hari. Namun di sejumlah kota di Pakistan, ribuan pendukung Bhutto dikabarkan mengungkapkan kemarahannya dengan melakukan aksi turun ke jalan.

Massa yang marah membakar sejumlah kendaraan, memaksa pedagang untuk menutup tokonya, melempari kendaraan yang lewat di jalan dengan batu, membakar kantor-kantor bank, pom bensin, toko-toko dan kantor-kantor partai politik yang pro-Musharraf. Di distrik Dadu, massa dilaporkan membakar rumah seorang mantan menteri.

Sebagai ungkapan kemarahan dan duka cita, para pendukung Bhutto yang turun ke jalan memukul-pukul dada mereka dan meneriakkan slogan-slogan yang mengutuk pembunuhan terhadap Bhutto.

Muttahida Majlis-e-Amal (MMA)-aliansi enam partai Islam di Pakistan-menyebut insiden pembunuhan Bhutto sebagai tragedi nasional. "Ini merupakan aksi terorisme yang paling terkutuk, yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam dan Pakistan, " kata Qazi Hussain, presiden MMA dan Jammaat-el-Islami.

Menurut Hussain, pembunuhan Bhutto adalah upaya untuk membuat situasi Pakistan menjadi kacau. Ia menegaskan, Islam tidak membenarkan pembunuhan terhadap orang tak berdosa dengan alasan apapun.

Sekilas tentang Benazir Bhutto

Kisah keluarga Bhutto mirip dengan kisah keluarga Nehru-Gandhi di India. Dinasti Bhutto dikenal dunia sebagai keluarga politisi. Ayah Benazir, Zulfikar Ali Bhutto adalah perdana menteri Pakistan di era tahun 1970-an. Pemerintahan Ali Bhutto ditumbangkan oleh Jenderal Zia-ul-Haq pada bulan April, 1979 dan Ali Bhutto dihukum gantung.

Bhutto dan kedua abangnya mengikuti langkah sang ayah, terjun ke dunia politik. Namun pada tahun 1985, kakak laki-laki Benazir, Shah Nawaz tewas diracun di apartemennya di Prancis Selatan Dan pada tahun 1996, kakak laki-lakinya yang lain, Murtaza dituduh terlibat dalam aksi terorisme dan tewas ditembak di Karachi.

Bhutto yang lahir di provinsi Sindh pada tahun 1953 dan pernah mengenyam pendidikn di Harvard dan Oxford ini akhirnya bisa mencapai puncak karir politiknya dengan menjabat sebagai perdana menteri Pakistan pada tahun 1988-1990 dan tahun 1993-1996.

Bhutto meninggalkan Pakistan pada tahun 1999, di tengah tudingan korupsi oleh pemerintahan Musharraf. Ia kembali ke Pakistan pada 18 Oktober 2007 setelah Presiden Musharraf memberikan pengampunan atas tuduhan korupsi. Selama di Pakistan, Bhutto melanjutkan perjuangan politiknya dan menjadi oposisi pemerintahan Musharraf. Sampai terjadi insiden hari Kamis (27/12) sore, sebuah serangan bom bunuh diri menewaskan Benazir Bhutto. (ln/iol/bbc)

eramuslim.com


Pesan Bhutto: Jika Saya Mati, yang Bertanggung Jawab Adalah Musharraf

Sabtu, 29 Des 07 11:07 WIB

Berita-berita di balik tragedi pembunuhan Benazir Bhutto terus berseliweran. Mantan perdana menteri Pakistan kabarnya pernah melontarkan pernyataan, jika ia terbunuh maka yang bertanggung jawab adalah Pervez Musharraf, presiden Pakistan saat ini.

Dalam laporan CNN, Kamis (27/12) disebutkan bahwa Bhutto menyampaikan pesan itu sebulan sebelum ia terbunuh, pada juru bicara pemerintahan AS yang juga teman lama Bhutto, Mark Siegel.

Dalam email yang dikirim Bhutto pada Siegel, ia mengatakan bahwa Musharraf menolak permintaannya untuk memberikan pengamanan yang lebih ketat setelah percobaan pembunuhan yang gagal terhadap dirinya pada bulan Oktober lalu.

"Saya sudah dibuat untuk merasa tidak aman oleh orang-orang yang pro-Musharaf. Hanya Tuhan yang tahu apa yang akan terjadi, " tulis Bhutto dalam emailnya.

Sementara itu, pengamat politik di Pakistan skeptis dengan pelaksanaan pemilu di Pakistan yang rencananya akan digelar 8 Januari mendatang, setelah insiden pembunuhan yang menimpa

Bhutto. Mereka mengatakan, melihat situasi yang terjadi saat ini, di mana terjadi kekacauan dan kerusuhan pascapembunuhan Bhutto, mengisyaratkan bahwa pemilu tidak mungkin dilaksanakan 8 Januari nanti.

"Siapa yang mau datang ke tempat pemungutan suara dalam kondisi seperti sekarang ini, " kata Jabbar Khattack, analis politik yang berdomisili di Karachi.

Para analis politik di Pakistan meyakini, jika pemilu dipaksakan dilaksanakan tepat waktu, akan membahayakan Musharraf yang kemungkinan akan mengalami kekalahan karena telah kehilangan legitimasi dan kredibiltas di mata rakyat Pakistan.

"Kenyataannya, Musharraf sudah kalah. Dia kini menuai banyak kecaman, " kata Irfan Siddiqui, analis politik dari Islamabad. Polling-polling yang dilakukan belakangan ini menunjukkan, mayoritas responden menentang Musharraf. (ln/presstv/iol)

eramuslim.com

Qazi gives strike call to mourn Ms. Bhutto demise

LAHORE, Dec 27: Expressing deep sorrow and grief over the assassination of PPP chairperson Benazir Bhutto in bomb blast at a public rally in Rawalpindi on Thursday Qazi Hussain Ahmad, Ameer of Jamaat-e-Islami Pakistan Qazi Hussain Ahmad has given a general strike call on Friday to mourn the killing of former prime minister.

In a statement on Friday Qazi Hussain Ahmad regretted that demise of Ms. Bhutto was yet another serve blow the Bhutto family. The family had witnessed series of tragic deaths of late Z.A. Bhutto sons and now her daughter met the same fate which is an irreparable loss for the family.

Qazi Hussain Ahmad said that notwithstanding the fact that PPP and Jamaat-e-Islami adhere to distinct and different ideologies but it does not bar him to condemn the assassination of Ms Benazir Bhutto which has caused vacuum in the political arena. "The nation would not allow the political slaves of Pervez Musharraf to fill this vacuum." He held President Pervez Musharraf responsible for the death of Benazir Bhutto saying he is accountable for all the mess across the country.

He expressed sympathy with the PPP leadership and workers in this hour of grief and invited them to turn this grief into source of strength. He appealed them to extend cooperation to the opposition parties in their struggle against removing Pervez Musharraf from power since his polices have brought the country to verge of collapse.

Meanwhile, Qazi Hussain Ahmad spoke to PPP leader Makdoom Amin Faheem and shared his grief and sorrow over the death of their leader. Qazi Hussain Ahmad prayed the Allah Almighty that may He rest the soul of Benazir Bhutto's and those who killed in the blast in eternal peace. He also prayed for the early recovery of all those injured. (#)

Jamaat Islami Pakistan
http://jamaat.org/news/2007/Dec/27/1001.html






Thursday, December 27, 2007

Was Bell a phoney?

Artikal menarik saya ambil dari yahoo.com

BOSTON - A new book claims to have definitive evidence of a long-suspected technological crime — that Alexander Graham Bell stole ideas for the telephone from a rival, Elisha Gray.

In "The Telephone Gambit: Chasing Alexander Graham Bell's Secret," journalist Seth Shulman argues that Bell — aided by aggressive lawyers and a corrupt patent examiner — got an improper peek at patent documents Gray had filed, and that Bell was erroneously credited with filing first.

Shulman believes the smoking gun is Bell's lab notebook, which was restricted by Bell's family until 1976, then digitized and made widely available in 1999.

The notebook details the false starts Bell encountered as he and assistant Thomas Watson tried transmitting sound electromagnetically over a wire. Then, after a 12-day gap in 1876 — when Bell went to Washington to sort out patent questions about his work — he suddenly began trying another kind of voice transmitter. That method was the one that proved successful.

As Bell described that new approach, he sketched a diagram of a person speaking into a device. Gray's patent documents, which describe a similar technique, also feature a very similar diagram.

Shulman's book, due out Jan. 7, recounts other elements that have piqued researchers' suspicions. For instance, Bell's transmitter design appears hastily written in the margin of his patent; Bell was nervous about demonstrating his device with Gray present; Bell resisted testifying in an 1878 lawsuit probing this question; and Bell, as if ashamed, quickly distanced himself from the telephone monopoly bearing his name.

Perhaps the most instructive lesson comes when Shulman explores why historical memory has favored Bell and not Gray — nor German inventor Philipp Reis, who beat them both with 1860s telephones that employed a different principle.

One reason is simply that Bell, not Gray, actually demonstrated a phone that transmitted speech. Gray was focused instead on his era's pressing communications challenge: how to send multiple messages simultaneously over the same telegraph wire. As Gray huffed to his attorney, "I should like to see Bell do that with his apparatus."

Saturday, December 15, 2007

Anwar laungkan semula reformasi

Anwar laungkan kembali reformasi
oleh: Asadullah
Saya tidak menyukai gaya politik Malaysia baik kerajaan mahupun pembangkang. Saya mempunyai tasawur politik tersendiri yang pembinaannya memerlukan satu langkah panjang dan cukup berhati-hati. Perjalanan yang cenderung senyap dan damai pada fasa awal gerakannya, tetapi mengumpul kekuatan berdikit-dikit dan akan muncul sebagai kuasa politik generasi baru yang lebih segar, jujur dan mendunia.

Walaubagaimanapun, saya merupakan antara beratus-ratus dan mungkin beribu-ribu pemerhati politik tidak professional di Negara ini. Setiap isu, cerita, sensasi, manipulasi, korupsi dan sebagainya saya amati dengan cukup minat, adil dan saksama. Saya memilih fakta daripada auta.

Pengalaman 1999 cukup segar dalam ingatan saya. Sewaktu itu saya masih bersekolah pada tahun akhir di Kuala Kangsar. Suasana politik yang cukup tegang melanda Negara pada ‘zaman’ itu. Kolej kami dikunjungi dengan bermacam-macam ‘risalah’ baik yang berwarna hijau, biru mahupun merah putih. Setiap malam hampir penuh dengan ceramah di sekitar kolej.

Generasi 1999 ini melihat percaturan politik yang cukup luar biasa. Walaupun saya tidak terlalu ‘kenyang’ dengan apa yang berlaku tetapi saya belajar. Laungan reformasi oleh Anwar pada waktu itu paling tidak merubah rentak dan nafas politik Malaysia ketika dunia sedang menuju melenium baru. Sekali lagi saya masih tidak ‘kenyang’. Buntu dengan apa yang berlaku.

Kini setelah lama memerhati dan menghadam peristiwa demi peristiwa, saya nampak banyak busuk. Busuk dari sistem sampailah kepada orang yang menggerakkan sistem. Segala konstitusi yang sudah bertulis sekian lama dibatalkan dengan ego yang cukup bernafsu. Hak-hak umum manusia di ‘bodohkan’ dengan kuasa majoriti. Bagi mereka rakyat kuasa majoriti adalah rakyat Malaysia dan manusia lain adalah ‘musang’, ‘bodoh’ dan ‘beruk’. Tetapi sejarah melenium juga membuktikan betapa kerajaan manusia yang bangkit dari suara rakyat yang benar sekalipun akan di ‘bodoh’kan oleh kuasa majoriti.

Oleh yang demikian, generasi 1998 ini meminta Anwar melaungkan kembali reformasi. Biar segar bugar orang yang bernafas dalam politik yang di ‘bodoh’ kan sesuka hati samaada di dalam parlimen, di pentas rasmi mahupun di perhimpunan yang ada permit. Reformasi satu gelombang konotasi yang positif diharapkan dapat membuka ruang untuk manusia bersuara dan membuka ruang kepada sistem yang lebih manusia.

Nota: usaha ini hanya membuka ruang.

Friday, December 14, 2007

Tazkirah Ramadhan

Saya merupakan peserta di dalam satu sessi forum yang diadakan di kampus kami baru-baru ini. Forum ini antara lain membincangkan perihal cinta muda-mudi, nafsu nafsi dan persoalan pernikahan di alam kampus. Antara penalis yang hadir adalah Ust Haji Ahmad Shukri Yusof, Ketua Unit Syariah dan Penerangan Khas Pusat Pungutan Zakat Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur.

Saya amat tertarik dengan penerangan yang beliau sampaikan dan setelah membuat sedikit bacaan saya tidak menemukan sebarang dalil yang melarang pernikahan sekiranya tujuan utama adalah kerana Allah dan untuk menjauhi diri dari jatuh ke lembah penzinaan. Setelah itu barulah Allah memberikan alternatif kepada mereka yang tidak mampu berkahwin untuk berpuasa, tetapi sebelumnya Allah memerintahkan supaya mengahwinkan orang-orang (baik lelaki ataupun perempuan) yang bersendirian diantara kamu, jika mereka miskin Allah sendiri akan memampukan mereka.

Masalah penzinaan yang saya utarakan disini saya merujuk kepada satu sudut pandang yang lebih besar. Saya tidak katakan zina itu apabila terjadinya hubungan kelamin yang tidak halal antara seorang lelaki dan perempuan, tetapi zina juga termasuk zina hati, zina tangan, zina telinga muka dan sebagainya. Saya ada membaca sebuah buku karangan Syeikh Ali Thontowi dimana beliau menyatakan kerisauannya terhadap kondisi kebejatan akhlak pemuda-pemudi Islam pada waktu itu (ketika menulis beliau berusia 50 tahun dan sekarang sudah menghampiri 80 tahun) dengan kalimahnya “Wahai puteriku…banyak aku menulis, sering aku menyeru dan mengajak umat untuk menegakkan akhlak, menjunjung budi pekerti mulia, membateras segala bentuk kerosakan jiwa dan mengendalikan nafsu syahwat untuk melawan dan membateras keruntuhan moral. Semua itu berterusan aku sampaikan, aku tulis dan khutbahkan…sehingga pena yang aku gunakan menjadi tumpul dan lidahku menjadi kelu. Namun tetap tiada hasil yang aku perolehi. Kemungkaran tetap berleluasa tanpa kita mampu untuk membaterasnya. Di setiap pelusuk Negara perbuatan mungkar terus kita temui, semakin banyak dan pelbagai bentuk. Wanita semakin berani dan tidak malu-malu untuk membuka auratnya. Tubuhnya ditonjol-tonjolkan, pergaulan bebas muda-mudi bertambah menjolok (mata). Semua itu bergerak melanda negera demi Negara tanpa satu pun Negara Islam yang mampu mengelak”

Kemudian beliau menambah lagi “Wahai puteriku…Demi Allah, apa yang dikhayalkan oleh pemuda ketika dia melihat (seorang) gadis ialah gadis itu telanjang dihadapannya tanpa pakaian…Aku bersumpah lagi, jangan percaya terhadap kata-kata sebahagian lelaki bahawa mereka memandangmu kerana akhlak dan adab. Berbicara denganmu seperti sahabat, dan apabila mencintaimu hanyalah sebagai teman akrab..Bohong…bohong…bohong…demi Allah dia berbohong".

Begitulah dasyatnya kerisauan seorang Syeikul Islam terhadap kefasadan yang berlaku kepada akhlak pemuda pemudi Islam pada waktu itu. Jika 30 tahun dahulu sudah begitu busuk akhlak remajanya, kita boleh bayangkan sahaja bagaimana terpuruknya ummat kita sekarang yang dipimpin oleh pemuda-pemuda maksiat ini. Ditambah dengan hiburan yang melampau, ditambah dengan media yang pelbagai bentuk dan jenis, semuanya tidak lain adalah untuk memandulkan hamasah para pemuda dan pemudi Islam agar jauh dari perjuangan, agar jauh dari nilai dan kemurnian Islam.

Kemudian beliau menambah lagi “…semua itu adalah penyakit. Tetapi apakah ubatnya? Ubat mujarab yang dapat menyembuhkannya ialah kembali kepada sunah Allah dan ketetapan-ketetapan ajaran-Nya. Allah tidak melarang atau mengharamkan sesuatu kecuali digantinya dengan yang lebih baik. Allah mengharamkan riba, tetapi digantinya dengan perniagaan. Allah mengharamkan zina, digantinya dengan pernikahan dan perkahwinan…jadi ubat penyembuh dari penyakit itu ialah berkahwin! Inilah cara yang halal dan satu-satunya jalan menuju kebaikan.

Demi keberkahan bulan Ramadhan yang mulia ini, saya menyeru kepada rakan-rakan pemuda, pemudi, mahasiswa yang seangkatan dengan saya supaya dapat melatih nafsu agar tunduk dan patuh kepada Allah swt. Jadikan bulan ini sebagai bulan Tarbiyah Dzatiyah, bulan untuk mendidik jiwa dan rohani supaya tenang menghadapi gelora nafsu. Semoga Allah menjadikan kita pemuda pemudi yang diberikan petunjuk oleh Allah.

nota: artikel ditulis pada 28 Oct 2005

Thursday, December 06, 2007

Perkasakan perkhidmatan awam


Perkasakan Perkhidmatan Awam
Oleh
: Asadullah

Kelmarin saya berurusan di satu pejabat pentadbiran dan pembangunan sebuah fakulti di UKM. Saya tiba jam 11.30 am dan terpaksa menunggu sehinggalah satu jam berikutnya iaitu sekitar 12.30 am sebelum dapat berurusan dengan Timbalan Dekan fakulti berkenaan. Apa yang saya ingin utarakan disini adalah sikap kakitangan awam di pejabat tersebut. Dari mula masa saya menunggu sehinggalah sejam kemudiannya mereka tidak sedikitpun merasa ‘kritikal’ terhadap pekerjaan mereka.

Berborak dari kisah si fulanah membeli kereta waja baru sehingga kisah si fulan sakit perut kerana terlalu banyak makan ketika menghadiri jamuan adilfitri. Ada yang sekejap-sekejap buat air dan ada pula yang pergi dari satu meja ke meja yang lain untuk cari teman borak.

Kerajaan telah lama melancarkan pelbagai program untuk membentuk ‘akhlak’ bekerja dari kalangan kakitangan awam ini. Bermula dengan Gerakan Budaya Kerja Cemerlang 1989 dimana retetan dari itu Pekeliling Perkhidmatan Pekerja Awam telah dikeluarkan pada tahun 1990. Seterusnya telah ada Panduan Perkhidmatan Kaunter yang dibuat hasil kaji selidik dan maklum balas orang ramai pada borang aduan penambah baikan perkhidmatan kaunter.

Jadi, dimana salahnya. Apakah dasar kerajaan atau sikap ‘malas’ dan tidak ‘kritikal’ nya kita pada kerja dan tanggungjawab.

Disini saya ingin mengutarakan kembali bagaimana kriteria-kriteria yang perlu ada pada organisasi-organasi yang diketogorikan sebagai Organisasi Perkhidmatan Awam untuk memperoleh Anugerah Kualiti Perkhidmatan Awam Perdana Menteri berdasarkan apa yang telah digariskan oleh Malaysian Administrative Modernisation and Management Planning Unit (MAMPU).

Kriteria pertama diukur dari pencampaian output. Kedua adalah proses. Ketiga diukur dari sumber manusia dan tenaga kerjanya dan yang keempat adalah komitmen pegawai atasan. Semoga terbina sebuah perkhidmatan yang cemerlang.

nota: artikel ini ditulis pada 8 Disember 2005

Apa peranan Baitul Mal?

Artikel ini saya tulis pada 23 Ogos 2005 dan disiarkan di dalam Berita Harian edisi 25 Ogos 2005 dengan tajuk Agihan Zakat Sempurna Batu Insan Daif. Artikel ini mendapat reaksi oleh Pusat Zakat Selangor, dan kemudian saya menulis kembali bagi menjawab reaksi tersebut. Jawapan balas disiarkan oleh Berita Harian pada 28 Oct 2005 (lihat tajuk Sasaran Agihan Zakat Sedunia di dalam blog ini)

Apa peranan Baitul Mal?

Oleh : Asadullah

Semalam Alhamdulilah saya berkesempatan melihat rancangan Bersamamu terbitan TV3. Memang agak terkesan bila melihat seorang wanita tua (yang boleh dianggap nenek bagi saya) tinggal nun jauh di hujung kampong. Lari jauh dari manusia kerana merasakan diri serba kekurangan. Dengan penyakit kulit yang dialamilah apalah daya nenek ini.

Bila mula-mula rakaman dibuat alangkah terperanjatnya nenek tersebut sampai meyembunyikan diri dibawah katil. Takut dengan kelibat manusia. Baginya beliau tidak ada bahagian untuk bersama manusia yang sempurna.

Ala kulli hal, saya cukup menyangjungi TV3, sebuah badan swasta yang tanggungjawab utamanya memberikan informasi dan hebahan berita kepada rakyat, kini terjun membela insan-insan yang memerlukan dan berjaya memenuhi tanggungjawab socialnya kepada rakyat. Terfikir saya, seharusnya kerja-kerja sebegini dilakukan oleh badan-badan amanah seperti pusat zakat dan baitul mal.

Melihat sebuah majalah keluaran pusat zakat Selangor (Asnaf) pada Januari 2005 kutipan zakat pada Januari sahaja mencecah 6 juta ringgit dan jumlah ini meningkat pada bulan Mac kepada hampir 8 juta ringgit (dalam tempoh beberapa bulan sahaja).

Kemudian, apa yang menjadi tanda tanya agihan untuk asnaf yang fakir miskin jumlahnya tidak sampai 70 ribu ringgit manakala untuk muallaf pula agihannya sekitar 400 ribu ringgit. Yang paling banyak mendapat peruntukan adalah asnaf fisabilillah (hampir 8 juta) yang kebanyakkan guru agama, pembinaan masjid, elaun kafa dan sebagainya.

Ingin saya tegaskan di sini, tidak salah memberi kepada asnaf fisabilillah ini kerana memang pekerjaan mereka mulia, tetapi realitinya saya banyak mendengar cerita-cerita yang kurang manis daripada masyarakat terhadap pegawai-pegawai masjid, jabatan agama dan guru-guru kafa ini.

Satu contoh (Ya mungkin ini contoh kecil) di sebuah negeri pegawai masjidnya berebut untuk mendapat dana Pajero bagi keperluan masing-masing. Sedangkan Pajero itu adalah untuk kegunaan bersama, tetapi mengangap itu harta persendirian

Yang kedua, seorang rakan kepada saya memberi tahu, peritnya seorang muallaf untuk mendapatkan bantuan daripada baitulmal sehingga beliau diperbudakkan ketika meminta zakat di pejabat zakat.

Contoh yang paling rapat, kawan saya sendiri yang mempunyai latar belakang kewangan keluarga yang kurang berkemampuan meminta bantuan pelajaran (dermasiswa) daripada baitul mal sehingga sekarang tidak mendapat berita. Beliau yang ayahnya dan ibunya seorang penoreh getah dan juga berniaga secara kecil-kecilan terpaksa menghabiskan banyak masa menjual buku dan pakaian untuk menampung keperluan makan, minum dan yuran pelajaran.

Bagaimana cerita-cerita ini boleh timbul kalau betullah mereka itu bergerak fisabililah sepatutnya keikhlasan mereka mengatasi segalanaya. Dan seharusnya juga merekalah yang paling kurang mendapat bantuan kerana ganjaran besarnya adalah disisi Allah swt.

Tolonglah mainkan peranan kamu semua dalam masyarakat membantu golongan fakir miskin dan yang “sangat-sangat” memerlukan. Saya pernah mendengar suatu saat dimana Khalifah Abu Bakr memerintah empayar Islam ketika itu takut untuk mengambil harta dari baitul mal walaupun sebutir gandum. Saya juga pernah mendengar suri tauladan Khalifah Umar AlKhattab memerintah empayar Islam sehingga tidak ada orang yang miskin hasil kesedaran masyarakt tentang zakat serta agihan zakat yang sempurna.

Ayuh, jadilah orang-orang yang mukhlisin dalam agama Allah ini.

Sasaran untuk agihan zakat sedunia?

Sasaran untuk agihan zakat sedunia?
Oleh
: Asadullah

Saya pernah menulis dalam ruangan yang sama bertarikh 25 Ogos 2005 yang menceritakan perihal agihan zakat yang sempurna akan membantu insan daif. Surat berkenaan mendapat jawapan balas daripada pihak PZS yang bagi saya jawapan itu masih lagi bersifat umum. Daripada kes-kes yang didalam pengetahuan saya menunjukkan masih ada kelemahan didalam sistem agihan zakat walaupun kemudiannya surat balas itu mengatakan kes-kes itu adalah kes-kes minor yang boleh diabaikan dan tidak mencerminkan sikap keseluruhan pegawai pusat zakat.

Saya ingin menyorot kembali dialog seorang pegawai PZS dalam rancangan tijarah ramadhan terbitan TV1 tanggal 27/10/05 lalu. Secara peribadi saya amat memuji RTM melalui saluran medianya TV1 yang mengudarakan rancangan ini. Setiap kali rancangan ini keudara, insyaAllah handset saya akan siap ditangan untuk menghantar derma melalui sms.

Satu kenyataan daripada pegawai tersebut yang saya rasa perlu ada bacaan ilmiah sebelum kenyataan itu dikeluarkan. Pegawai itu menyarankan supaya orang ramai menanamkan sifat malu untuk meminta bantuan (zakat) dan berusaha dengan tekun untuk memperbaiki diri supaya nanti tabungan zakat bertambah dan mampu diagihan diperingkat global pula.

Tidak dinafikan sikap segan, malu meminta perlu ditanamkan dalam jiwa setiap muslim. Tetapi kadang kala terjadi terdapat segelintir penyimpan harta amanah ini bertindak seolah-olah harta itu harta milik syarikat mereka. Orang lain itu adalah entiti luar yang harus melalui seribu satu leteran dan kadang kala cemuhan sebelum bantuan itu diluluskan.

Konsep ini harus dibetulkan. Zakat adalah harta amanah dan Pusat Zakat adalah ibarat rumah dimana harta ini dikumpulkan (sebab itu juga dipanggil baitul mal). Pusat Zakat juga adalah selaku pemudah cara untuk zakat itu sampai kepada asnafnya. Jadi berikan hak kepada mereka yang berhak sebab disanalah letaknya keberkahan harta zakat dan rumah tempat ia dikumpulkan.

Untuk sasaran menyediakan kemudahan zakat diperingkat antarabangsa, saya berharap pusat zakat lebih bersikap realistik dan saya secara perbadi tidak melihat pusat zakat mampu melakukan misi sebesar ini buat masa sekarang. Ini berpijak pada reality bahawa sistem pengagihan zakat secara lokaliti sahaja terhad kepada anak negeri dan itu pula harus melalui seribu satu macam procedure. Dan lagi masyarakat Malaysia sendiri masih banyak yang harus dibantu.

Saya disini ingin menegaskan sekali lagi bahawa ini bukan persoalan siapa meminta atau siapa memberi tetapi persoalan tanggungjawab dan hak si asnaf. Orang lain bersedeqah dengan harapan hartanya itu hidup ditengah-tengah amal dan jariah supaya mereka nanti memperoleh ganjarannya disyurga dan bukan untuk ditumpuk-tumpuk sehingga banyak. Tetapi jika penjaga rumah harta ini bertindak menyimpan harta supaya nanti boleh ditunjukkan pada dunia bahawa Malaysia mempunyai tabungan zakat yang tinggi dan sekaligus sebagai indicator bahawa rakyat Malaysia adalah rakyat maju, serta beranggapan bahawa ini adalah harta syarikat (Sdn Bhd, Berhad, Sole Prop ect) maka hilanglah berkahnya zakat tadi.

Tuesday, December 04, 2007

Mahasiswa Bersama Suara Rakyat

Artikel ini ditulis pada 8 Ogos 2005 tetapi sengaja saya postkan dalam blog ini memandangkan kita amat dekat dengan event "minyak naik" tidak lama lagi.

Mahasiswa Pendokong Aspirasi Negara Bersama Suara Rakyat
oleh : Asadullah

Harga minyak naik alasannya adalah kerajaan menanggung berbillion-billion subsidi minyak. Walaupun PETRONAS mendapat keuntungan berbilion-billion ringgit juga masih tidak mampu untuk menanggung subsidi kerana banyak wang diperlukan untuk pembangunan, kemudahan pembelajaran, infrustruktur, kemudahan kesihatan, kemudahan itu, kemudahan ini, begitu dan begini

Inilah penjelesan dari pihak kementerian, menteri-menteri, agensi-agensi kerajaan bila mana soalan kenaikan harga minyak ditimbulkan. Tetapi timbul persoalan bagi saya dan mungkin juga dari kebanyakkan pengguna, masyarakat dan rakyat keseluruhannya. Kenapa walaupun harga minyak naik, menteri-menteri masih lagi lumayan dengan subsidi minyak mereka, Mengapa CEO syarikat-syarikat GLC masih seronok bersuka ria dengan RM3000 (mungkin lebih) elaun minyak mereka, dan juga Bagaimana orang yang terpenting dalam syarikat minyak negara hanya perlu guna swap card atau kertas untuk mengisi minyak.

Jadi saya memang bersetuju betul dengan apa yang diungkapkan oleh Prof Hamdan (Pres FOMCA) dalam rancangan isu semasa terbitan tv1 kelmarin, bahawa impak terbesar bila berlaku kenaikan minyak adalah rata-rata akan dirasai oleh rakyat yang berpendapatan rendah, senderhana, miskin dan papa kedana.

Kereta kancil kalau dulu full tank boleh saja sampai RM20 tetapi sekarang dah RM40. Sudah macam naik kereta wira suatu masa dahulu. Bagi bos-bos syarikat-syarikat besar ni, RM20 ke RM40 memang tak rasa, satu sebab mereka juga dapat subsidi, dua kerana gaji mereka berpuluh-puluh ribu ringgit sebulan. Jadi mana nak hirau tentang kenaikan

Baik, bolehlah cerita bahawa mereka-mereka ini orang penting dalam pertumbuhan ekonomi, dalam merangsang ekonomi, dalam menentukan hala tuju ekonomi dan pelbagai lagi mi mi yang menyebabkan mereka ini perlu dijaga.

Saya secara peribadi memang tidak menyangkal kenyataan itu bahawa mereka memang The Very Very Very Verily Important Person, tetapi sekali lagi persoalan, kalau betul mereka ini dapat membantu pertumbuhan ekonomi Negara, kenapa keuntungan itu masih tak mampu menanggung subsidi minyak. Kenapa masih menekan rakyat untuk mendapat “cash money” ketika mana kerajaan terdesak membangunkan projek-projek tertangguh dan sebagainya.

Dengarlah rintihan kami sedikit, janglah terlalu menekan. Kementerian boleh cakap apa sahaja untuk mengatasi kenaikan inflasi, harga barang naik, minyak naik, tetapi realitinya memang tetap naik. Saya ingat ketiga kenaikan minya untuk kali kedua yang diumumkan kerajaan (mengambil kira bahawa ini adalah kenaikan ketiga), Kementerian terbabit bersungguh-sungguh menyatakan kita akan pantau kenaikan. Memang betullah pantau sahaja.

Buatlah sesuatu yang betul-betul adil. Sama-sama kita menanggung beban ini demi Negara. Rakyat memang tidak suka orang yang mencuri minyak untuk kepentingan sendiri, rakyat memang tidak suka peperangan yang juga menjadi punca utama kenaikan minyak dan rakyat juga tidak suka pemimpin yang tidak membela nasib rakyat. Ayuh, pimpin kami dengan saksama.

Kempen boikot akhbar tempatan: lihat bukti ini

Dua akhbar tempatan 'mainstream' menyediakan laporan yang cukup kontradiktif antara satu sama lain terhadap penilaian Bank Dunia ke atas sistem pendidikan Malaysia.

Utusan Malaysia melaporkan penilaian Bank Dunia yang diterbitkan dalam sebuah buku laporan berjudul "Malaysia dan Ekomoni berasaskan Pengetahuan : Membina Sistem Pendidikan Bertaraf Dunia" dengan kerjasama Unit Perancang Ekonomi (EPU) Jabatan Perdana Menteri bahawa sistem pendidikan tinggi Malaysia berada pada tahap kritikal dan semakin ketinggalan berbanding negara jiran. Ekoran itu, Bank Dunia menyarankan Malaysia memperbaharui strategi dan mempunyai fokus pendidikan yang jelas jika mahu bersaing di peringkat antarabangsa jika tidak Malaysia akan jauh ketinggalan berbanding negara-negara jiran yang giat membangunkan universiti-universiti masing-masing.

Bagaimanapun , di dalam laporan Berita Harian menjelaskan Bank Dunia di dalam laporan bersama EPU berjudul "Malaysia and the Knowledge Economy: Building a World Class Higher Education System" mengakui universiti negara ini mempunyai kepimpinan yang berkaliber sekaligus mampu berkembang luas pada peringkat antarabangsa. Bank dunia seterusnya mengakui IPT Malaysia mampu berkembang dan menjadi pusat pendidikan tinggi bertaraf dunia hasil perhatian serius kerajaan termasuk menyediakan peruntukan besar memajukannya.

Supaya lebih menghargai budaya ilmu dan bukan budaya mengampu melampau, saya cadangkan pembaca budiman meneruskan bacaan bagi laporan penuh kedua-dua akhbar tersebut di sini:

Akhbar pertama adalah laporan Utusan Malaysia dan seterusnya laporan Berita Harian. Saya juga menyediakan gambar laman sebagai bukti dalam memberikan sebuah laporan yang lebih bernilai ilimiah. Gambar yang disediakan agak kecil, tetapi diharap pembaca budiman boleh mengakses sendiri laman web terbabit. Pembongkaran isu asal adalah daripada penulis Intan Abdullah.


UTUSAN MALAYSIA

http://www.utusan.com.my/utusan/content.asp?y=2007&dt=1204&pub=Utusan_Malaysia&sec=Muka_Hadapan&pg=mh_01.htm

Pendidikan tinggi kritikal -- Bank Dunia saran sistem itu mempunyai fokus, strategi pembaharuan
Oleh: YULPISMAN ASLI

KUALA LUMPUR 3 Dis.– Sistem pendidikan tinggi di Malaysia berada pada tahap kritikal dan semakin ketinggalan berbanding negara jiran.
Ekoran itu menurut laporan Bank Dunia, sistem pendidikan tinggi di negara ini perlu mempunyai fokus dan strategi pembaharuan yang jelas jika mahu bersaing di peringkat antarabangsa.

Jika tidak kata laporan itu, Malaysia mungkin akan jauh ketinggalan berbanding negara-negara jiran yang giat membangunkan universiti masing-masing.

Sehubungan itu Bank Dunia menyarankan, pembaharuan yang hendak dibuat perlu memberikan perhatian kepada beberapa perkara iaitu:
* Memilih model tadbir urus dan kewangan yang lebih efektif.
* Meningkatkan keseluruhan kualiti universiti dengan memberi fokus kepada program akademi, pengurusan fakulti, dan pembelajaran.
* Melengkapkan graduan dengan ilmu ekonomi berasaskan pengetahuan.
* Mengukuhkan sistem inovasi kebangsaan dengan mewujudkan rangkaian kukuh antara firma-firma di Malaysia dan universiti-universiti.

Pandangan Bank Dunia itu dinyatakan dalam buku laporan berjudul Malaysia dan Ekonomi Berasaskan Pengetahuan: Membina Sistem Pendidikan Bertaraf Dunia yang diterbitkan dengan kerjasama Unit Perancang Ekonomi (EPU) Jabatan Perdana Menteri.
Buku laporan setebal 258 muka surat itu diterbitkan pada Mac lalu, dan salinan ringkasan eksekutifnya diedarkan kepada wartawan semasa Persidangan Pendidikan Tinggi Serantau anjuran Kementerian Pengajian Tinggi dan Bank Dunia di Pusat Konvensyen Kuala Lumpur (KLCC) di sini, hari ini.

Persidangan itu dirasmikan oleh Menteri Pengajian Tinggi, Datuk Mustapa Mohamed dan turut dihadiri Pengarah Negara (Malaysia) Bank Dunia, Ian C. Porter.
Dalam laporan itu juga, Bank Dunia berpendapat, pembaharuan polisi boleh meningkatkan tahap keberkesanan sistem inovasi kebangsaan di negara ini, dengan universiti tempatan boleh memainkan peranan penting.

Sehubungan itu, Bank Dunia mencadangkan beberapa tindakan untuk menggalakkan inovasi di kalangan universiti tempatan, antaranya:
* Pembiayaan penyelidikan secara kompetitif dan terpilih.
* Melibatkan universiti-universiti dalam pembangunan serantau.
* Mengukuhkan hubungan antara universiti dan industri.
* Mewujudkan kursus-kursus keusahawanan.

Sementara itu, Mustapa ketika diminta mengulas laporan Bank Dunia itu berkata, kerajaan telah mengambil segala langkah perlu untuk meningkatkan sistem pendidikan tinggi di negara ini selaras dengan kehendak Pelan Strategik Pengajian Tinggi Negara.

“Ini termasuk mewujudkan sistem penilaian kualiti membabitkan semua universiti di negara ini,” katanya.

BERITA HARIAN



Bank Dunia kagum IPT Malaysia

KUALA LUMPUR: Bank Dunia mengakui institusi pengajian tinggi (IPT) di Malaysia mampu berkembang dan menjadi pusat pendidikan tinggi bertaraf dunia hasil perhatian serius kerajaan, termasuk menyediakan peruntukan besar memajukannya. Dalam laporan bersama dengan Unit Perancangan Ekonomi (EPU) Jabatan Perdana Menteri, bertajuk 'Malaysia And The Knowledge Economy: Building And World Class Higher Education System' yang siap Mac lalu, badan dunia itu turut mengakui universiti negara ini mempunyai kepemimpinan berkaliber, sekali gus mampu berkembang lebih luas pada peringkat dunia. Laporan setebal 258 halaman itu dijadikan antara bahan rujukan dan perbincangan sepanjang tiga hari Persidangan Pendidikan Tinggi Serantau bertajuk Pilihan Strategik Untuk Pembaharuan Pendidikan Tinggi anjuran Kementerian Pengajian Tinggi dan Bank Dunia, di Pusat Konvensyen Kuala Lumpur, di sini, bermula semalam.

Konvensyen dirasmikan Menteri Pengajian Tinggi, Datuk Mustapa Mohamed, dihadiri kira-kira 200 peserta dari negara Asia, rantau Pasifik dan tokoh Bank Dunia. Hadir sama, Timbalan Perdana Menteri Vietnam yang juga Menteri Pendidikan, Nguyen Thien Nhan; Menteri Kanan Pendidikan, Belia dan Sukan Kemboja, Kol Pheng dan Pengarah Bank Dunia (Malaysia), Ian C Porter. Mengulas laporan Bank Dunia itu, Mustapa berkata, Malaysia sedang memberi fokus lebih serius kepada meningkatkan kualiti dan sistem pendidikan untuk memastikan universiti dan IPT di negara ini mencapai tahap dunia.

Katanya, usaha ke arah itu sudah bermula sejak lima tahun lalu dan ketika ini banyak universiti tempatan sudah berubah dan melaksanakan pelbagai pembaharuan. "Jadi, kita juga nak mendengar laporan penilaian Bank Dunia mengenai tahap dan kemajuan pendidikan tinggi di negara ini untuk dijadikan panduan dan tindakan perlu diambil. "Isu yang perlu diberi perhatian ialah kualiti pendidikan dan matlamat kita menjadikan IPT di negara ini mempunyai sistem pendidikan berkelas dunia," katanya. Terdahulu dalam ucapannya, beliau berkata persidangan itu diharap dapat mengeratkan hubungan kerjasama dan meningkatkan imej Malaysia dalam bidang pengajian tinggi dengan negara luar.
Katanya, persidangan itu bukan saja memberi manfaat kepada Malaysia tetapi kepada penggubal dasar, cendekiawan universiti dan pihak yang terbabit dengan bidang pendidikan di rantau Asia dan Pasifik. "Menerusi persidangan itu, peserta boleh berbincang dan berkongsi idea dan membina jalinan kerjasama untuk memantapkan pendidikan tinggi di negara masing-masing," katanya.

Monday, December 03, 2007

Tidak berkompromi dengan aqidah

Tidak berkompromi dengan aqidah

oleh: Asadullah


Sebuah harokah islamiyah wajib digerakkan atas basis aqidah yang sempurna. Salimul aqidah adalah baku bukam pertama dalam mewujudkan wehdahtul ummah. Ummah tidak akan selamanya dapat disatukan dengan fikrah, kerana memuwujudkan wehdatul fikrah perlu dimulakan dengan wehdatul aqidah.

Setelah wujud wehdatul aqidah, harus dimulakan gerakan untuk menyatukan hati-hati setiap aktivis dengan ukhuwah dan kasih-sayang. Wehdatul qulub akan memastikan peristiwa-peristiwa itsar dikalangan para sahabat radiyAllahu'anhum wa radu'anh itu wujud kembali. Dengan wehdatul qulub ikhwan wa akhwat di dalam sof d'wh ibarat sebuah usrah mukminah (keluarga mukmin) yang disatukan dengan pertalian akidah dan melebihi pertalian darah keluarga dan keturunan. Wehdatul qulub akan menjadi motivasi untuk mewujudkan suasana keluarga dakwah yang salimah, saling menghormati, saling-menasihati, saling tegur -menegur dan bebab membebani dalam rangka dakwah

Aqidah yang sempurna merupakan muwasofat harga mati yang perlu ada bagi setiap aktivis dakwah. Dakwah yang tidak menumpukan kepada pembinaan aqidah yang sempurna tidak akan menemui an-najah kurniaan Allah. Dakwah yang berkompromi dengan aqidah selain ahlul sunnah semata-mata mengejar cita-cita daulah lambat laun akan berkubur dan akan diganti oleh ruh generasi yang baru (ar ruhul jadid).

Bahaya aqidah sekularisme, sama bahaya dengan aqidah syiah, muktazilah dan sebagainya. Dipersoalkan di sini adalah aqidah. Aqidah jelas bahawa Allah itu satu (ahad) dan Nabi terakhir itu Muhammad dan sahabat-sahabat baginda diredhai oleh Allah dan mereka pun meredhai ALlah sebagai sang Kholiq. Adapun sekira-kira terdapat ilmu-ilmu membina dari kelompok-kelompok ini dari segi pemikiran dan pendapat yang lebih tuntas maka tidak ada salahnya belajar dari mereka. Sekali lagi tidak ada kompromi dalam persoalan aqidah. Penulis sendiri lebih berminat membaca novel-novel sastera dan cerita-cerita kemanusiaan tulisan penulis-penulis syiah yang lebih kritis berbanding nasyid-nasyid "juwe" artis tempatan.

Prof. Dr Yusuf Al-Qordhowi, dalam satu rancangan al-jazeera TV Qatar 31 Ogos 2006 menyatakan pandangan beliau tentang syiah dengan faham berikut "Lapan tahun lepas, saya telah disambut dengan hebat di Iran sewaktu pemerintahan Ar-Rois Khatami. Sambutan besar-besaran telah diadakan dengan kehadiran semua pegawai-pegawai dan ayatullah-ayatullah di Iran".

Beliau kemudian menambah "sekiranya kita benar2 hendak saling mendekati beberapa perkara provokasi perlu dielakkan sehingga menghalang daripada mencapai persetujuan (dan daripada dimanipulasi oleh politik sektarian tajaan Amerika dimana memecahbelahkan masyarakat islam dengan membakar semangat kekelompokan, memanipulasi aqidah dan kepercayaan sehingga berbunuhan antara satu sama lain)"

Sambung beliau "(perkara-perkara provokasi tersebut seperti membicarakan Al-Quran mereka...) mereka mempercayai Al-Quran itu kalamullah, mereka membacanya dan bergantung kepada hukum hakamnya serta segala yang ada di dalamnya...tetapi mereka beraqidah bahawa Al-Quran yang ada sekarang tidak lengkap...Al-Quran sebenar 2 kali ganda tebalnya, surah al-ahzab adalah 2 kali ganda kandunganya...(kita juga harus mengelakkan) dari bercakap tentang imam-imam sunnah Al-Bukhari, Muslim, Abu Hanifa, Al-Maalik, Ahmad Hanbal,

Beliau melanjutkan "Syeikh AlGhazali pernah diberitahu oleh sesetengah syiah bahawa ali lebih layak untuk menjadi khalifah berbanding Abu Bakr dan Umar. Beliau berkata kepada mereka: Saidina Ali telah tiada, Saidina Abu Bakr telah tiada, Saidina Umar juga telah tiada. Semuanya telah menjadi sejarah dan kita telah diperintah oleh orang asing, penjajah memerintah kita samaada secara langsung atau tidak langsung, jadi kenapa kita mesti bercakap tentang perkara ini. Memaki hamun para sahabat adalah salah satu daripada aqidah mereka...mereka lebih dekat dengan Allah dengan memaki hamun para sahabat Nabi"

"Saya menambah, dalam usaha saling mendekati kita mesti menahan diri daripada mendakyah doktrin masing-masing ke negara-negara yang mempunyai aqidah berbeza dengan aqidah kita. Saya tidak akan pergi untuk berdakwah tentang doktrin (atau aqidah) sunni di Qom, atau negara yang berfahaman syiah"

"Saya (juga) telah memberitahu mereka bahawa adalah tidak boleh diterima untuk menyebarkan fahaman syiah di Mesir, Sudan, Algeria dan lain-lain, mereka ini adalah negara sunnah sejati"

"Dalam tahun-tahun kebelakangan ini syiah telah menembusi Mesir, dua tahun yang lalu saya menulis sebuah buku pembohongan tentang sejarah kita. Seseorang telah bertindak untuk menjawab buku ini. Beberapa bulan lepas, seorang ikhwah bertanya kepada saya, Adakah kamu telah melihat buku ini? Tidak, buku apakah itu? Buku ini bertajuk Al-Qoradawi agen Allah atau agen bani umayyah? Dia berkata bahawa ia adalah jawapan kepada buku saya. Saya menyangka bahawa ia pasti karya seorang dari Iran, Iraq atau Lubnan, tapi diakhir buku tersebut tertulis, Mesir AlMansoura. Adakah orang syiah yang mempunyai keberanian untuk menjawab Yusuf Alqoradhawi"

"Saya menelefon al-akh setiausaha di AlMansoura dan bertanya tentang malapetaka ini, al-akh tersebut berkata dan berkata bahawa (penulis) seorang ikhwah telah menjadi syiah dan mula berulang alik antara Mesir dan Tehran"

"Ayuhal Ikhwah,saya menyeru pendekatan antara sunni dan syiah,dan saya menyokong gerakan penentangan Hizbullah, namun tidak di dalam mana-mana keadaan pun saya akan membenarkan ia menjadi hujah untuk syiah memasuki negara-negara sunni...kerana ini akan memunculkan perbalahan dikalangan masyarakat dan menjadi api yang akan membaham segala-galanya"


Sunday, December 02, 2007

Talam bermuka dua

Talam bermuka dua
Oleh: Asadullah

Saya agak "kecairan" apabila mendengar kalam Allah bertempiasan keluar dari mulut seorang Perdana Menteri. Ayat tersebut berbunyi berikut:

Iza ahkamtum baina an-nas antahkumu bi al-'adl 4:58

Maksudnya apabila kamu berhukum diantara manusia, maka berhukumlah dengan adil.Beliau (perdana menteri tersebut) kemudian menegaskan dengan faham berikut "Berhukum diantara manusia, an-nas itu maksudnya semua manusia (tidak hanya untuk orang Islam sahaja, termasuk hindu mic atau hindraf, cina)...saya akan mati, mengikut "kepercayaan" orang Islam, apabila mati, saya akan ditanya oleh Allah swt sudahkah kamu sudah berlaku adil..."

Cukup syahdu apabila saudara berkesempatan mendengar ucapan tersebut, cukup terkesan dan kesan ini juga, suatu masa pernah saya rasakan sewaktu beliau menguncurkan sajaknya untuk mencari Al-Ghazali dan As-Syafie, serta sewaktu beliau kematian isterinya dan saya berdoa supaya beliau mencari calon yang lebih sedondon dengan imej dan watak pemerintahannya.

Tetapi semua itu hancur, apabila sajak itu dibayangi oleh kehidupan mewahnya bersama kapal jutaan juta sewaktu rakyat Johor dilanda banjir dan hancur dibayangi kehidupan sosial dengan tangan begitu mudah merewang sesuka hati. Semua itu juga hancur apabila dibayangi oleh teman hidup pilihannya yang langsung tidak takut dengan hukum keadilan Allah.

Kenapa wahai pemimpin, kenapa kamu mengambil sebahagian ayat Allah buat menepis tuduhan politik yang dilempar ke mukamu, dan kamu meninggalkan sebahagian ayat hijab keatas wanita-wanitamu (isteri dan anak-anak), sebahagian ayat larangan menghampiri zina, sebahagian ayat larangan melakukan zalim kepada dhuafa', sebahagian maksud larangan hadiah kepada pemimpin adalah rasuah serta sebahagian ayat larangan melonggok kekayaan daripada titik peluh rakyat.

Afatukminuna biba'di al-kitab wa takfuruna biba'd (2:85)

Pertanyaan Allah kepada kamu mungkin begini "Kenapakah kamu beriman dari sebahagian kitab (Alquran), dan kamu kafir pada sebahagian yang lain?".

Hati saya berbasi-basi berikut. Kamu sebenarnya sedang takut, kamu sedang cemas dibantai ombak politik, kapal yang kamu nakhodai menghampiri bahaya karam, maka dalam keadaan cemas dan takut kamu mencari Allah, kamu mencari bahasa-bahasa dan menyeru Allah. Tetapi sewaktu badai cemas dan takut itu reda kamu kembali kufur.

Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia, Maka tatkala Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia itu adalah selalu kufur (AlA'raf,17:67)



Friday, November 30, 2007

Belajar bergerak dengan Hamas


Belajar bergerak dengan Hamas
oleh : Asadullah


Hamas adalah gerakan rakyat bukan komando militer. Hamas adalah gerakan yang menghunjam di dada-dada rakyat Palestina baik bangsa Arab dan kaum muslimin. Menghilangkan Hamas akan jauh lebih sulit dari pada mengadakan koferensi Annapolis. (Juru cakap Hamas, DR. Shalah Bardawil)

Kalau saya boleh jelaskan sebagai begini. Hamas adalah gerakan yang merakyat. Maksud bagi kata gerakan Islam, gerakan penyelamat atau harakahtul inqoz mempunyai definisi yang cukup signifikan. Sebuah gerakan semestinya mempunyai piung-piung lengkap dan bersistematik. Sebuah gerakan perlu disusun rapi seperti lazimnya sebuah binaan yang kukuh. Gerakan yang disusun rapi dengan memikirkan setiap tingkat pimpinannya perlu solid luar dan dalam, maknawiah dan jasadiah. Setiap tingkat perlu lengkap dengan kafaah ilmunya, nilai sikap dan akhlaqnya serta hati dan amalnya, bukan hanya bergantung kepada retorik pidatonya atau lawak bahak dalam setiap ceramahnya. Gerakan yang perlu berhati-hati memunculkan setiap figurnya. Sebuah gerakan perlu berhati-hati dalam setiap bicara umum yang dilontarkan kerana bicara yang tidak ada “basiroh” akan melibas kembali kepada sang pembicaranya.

Apabila Hamas menyatakan mereka sebagai gerakan yang merakyat, maka kita seharusnya mengetahui bahawa rakyat yang bersama Hamas adalah rakyat yang berharokah dengan kata harokah yang padu dan sempurna.

Apabila Hamas memobilisasi mereka ke jalanan, maka mereka yang turun hampir pasti bertasawur harokah. Apabila Hamas memobilasasi harta mereka, maka mereka yang berinfaq hampir pasti mempunyai misi harokah dan apabila Hamas memobilasi nyawa mereka, maka mereka yang menuntut syahid hampir pasti mempunyai cita-cita harokah.

Dan hampir pasti mereka yang dimobilisasi ini bukan hetam keromo tanpa penataan dan tidak berperaturan. Mereka mempunyai jenjang atau mustawa gerakan yang hanya diketahui oleh mereka sahaja. Tidak semua dalam jenjang yang sanggup menghabisi nyawa mereka dalam senarai syuhada. Tidak semua turun ke jalanan , dan yang turun bukannya persis sekawanan kambing dikejar harimau. Mereka cukup teratur, berstrategi dan bermotif.

Bagi Hamas, mereka telah berjaya membentuk rakyatnya berjiwa Harokah sehingga tidak mungkin satu kuasa pun mampu mengoyah kempimpinan mereka. Hamas sudah menhujam di dada-dada bangsa Palestin. Hampir 70% sokongan rakyat yang berharokah dan hampir pasti jugalah gerakan ini tidak mampu dikalahkan oleh rejim sekular munafiq yang pimpinan mereka suka menghisab rokok, rasuah, minum arak, main perempuan, menangkap kaum muslimin dan berkompromi dengan Yahudi laktanullah alaihim ajmain

Tuesday, November 27, 2007

Hukuman Penyapu dalam seerah Rasullah?

Hukuman Penyapu dalam seerah Rasullah

Oleh: Asadullah


Bermudik dari sebuah prinsip “dalam keburukan terdapat ibroh dan pelajaran” penulis memberanikan diri menulis artikel ini dan harapannya agar diterima sebagai menjunjung budaya ilmu yang membina. Ini sekadar pendapat naïf yang mendasari jalan tafakur seorang ulul alabab iaitu belajar daripada peristiwa atau kejadian. Banyak sekali cerita-cerita keburukan kaum-kaum terdahulu Allah rakamkan dalam kalamNya yang mulia, yang kita semua imani bahawa tujuannya bukan untuk mengaibkan tetapi supaya kaum-kaum terkemudian mengambil ibroh dan pengajaran.

Kita lupakan keboborokan akhlaq si Menteri (jika ada), ataupun kita sudutkan perbicaraan akhlaq itu pada sisi negatif. Nah, sekarang kita cuba ubah cara pandang masalah ini kepada sudut dan perspektif yang berbeda. Kemampuan mengalih sudut perspektif dan cara pandang dari sebuah lukisan yang sama sahaja mampu membawa kepada penceritaan yang berlainan, apatah lagi jika lukisan itu adalah lukisan kehidupan yang hidup dan natural.

Kisah penyapu tadi dari sudut seerah Rasul saw disimpul pada satu kata iaitu “iqob”. Islam dan Rasul memperlihatkan, iqob tidak semestinya berbentuk fizikal, kedapatan juga iqob-iqob emosi dan mental yang Rasulullah timpakan kepada sahabat wa sohabiahnya. Sebelum itu iqob fizikal kita sembari mengenali namanya rejam, namanya sebat, namanya qisos. Tetapi barang diingat, iqob-iqob mental juga tidak sedikit memeritkan batin para sahabat dan sohabiah.

Kita semua maklum akan kisah Kaab b Malik seorang sahabat mulia yang “ketinggalan” di dalam medan jihad, bukan kerana penafiannya terhadap seruan Allah dan Rasul, cuma “lalai” seketika dek alasan-alasan dunia. Kelalaian itu diiqob oleh Rasulullah dengan iqob yang cukup memeritkan jiwa dan raganya, menyempitkan dunianya, menyesakkan jantungnya, menyenakkan ulu hatinya dan menekan emosinya. Kaab tidak pernah dapat berbicara hatta dengan zaujahnya tercinta. Kaab tidak pernah dapat bicara hatta dengan sahabat ikhwannya termulia selama beberapa rentang waktu. Allahuakbar, apalah ada pada kenikmatan dunianya, andai hidup di hukum berkelana tanpa teman bicara.

Begitulah Rasulullah meng “iqob” sesuai dengan status sosial sahabatnya. Kaab termasuk dalam senarai sahabatnya. Kaab dikenali publik dan muslimin Madinah pada waktu itu, maka sesuai dengan peringkat imannya dan status sosialnya, Kaab harus bisa menerima tekanan publik ke atas dirinya.

Alangkah malang lagi nasib Kaab, saat tekanan publik memuncak, saat diri terasa sesak, datang pula syaitan durjana menghasut wibawanya. Tetapi nilai taat setia yang tinggi pada prinsip aqidah, prinsip perjuangan dan pada prinsip integriti leluhur negaranya, juga pada amanah yang teremban, Kaab seraya berkata “Musibah apakah lagi yang datang menimpa”.


-Idea hasil penalaran bersama dengan seorang saudara seaqidah -

Sunday, November 18, 2007

Mawi, siti dan pak lah

Mawi, Siti dan Pak Lah
oleh: Asadullah
asadullah.alqamr@gmail.com

Penulis terus kepada topik perbincangan tanpa perlu sebuah latarbelakang cerita yang bersimpang siur.Mawi, siti dan pak lah ada satu tipe tipikal orang melayu. Tipe tipikal yang berpangkal dari adat budaya yang cukup mengakar umbi sepanjang sejarah kemelayuan. Penulis akan mulakan cerita mawi dan siti.

Di dalam satu ceramah Dr.fadzilah Kamsah yang penulis dengar, beliau menyatakan mawi dan siti mempunyai puluhan ribu peminat disebabkan "pakej" yang ada pada mereka. Dr. fadzilah di dalam ceramah tersebut tidak menjelaskan maksud "pakej" yang setersunya membuka peluang ijtihad penulis dalam menafsirkan maksud "pakej" tersebut...

Satu perkara yang kita lihat menjadi "pakej" yang identikal antara dua ikon hiburan ini adalah kedua-dua berasal dari kampung dan membina kerjaya sehingga terkenal satu negara. Asal kampung dan berjaya ini adalah tipe tipikal orang melayu. Masyarakat melayu kampung amat berbangga sekiranya anak mereka berjaya membina kerjaya di bandar atau melakar kejayaan di bumi orang. Mereka akan dikenang di sanjung dan menjadi buah mulut orang kampung, tidak kira apa bidang kerjaya/pekerjaan yang mereka ceburi selagi mana pekerjaan itu tidak menconteng arang ke muka kedua ibu bapa mereka.

Ciri kedua adalah, anak kampung yang berjaya kemudian berkebolehan mempamerkan sifat sederhana dan islamik akan menambah nilai peribadi mereka .Siti Nurhaliza, ketika ramadhan lepas, dalam rancangan tajaan syabas, cukup lunak "mendendangkan" bacaan al quran. Mawi pula dengan lagu aljannah, dan kaset berzanjinya sudah cukup menarik perhatian makcik pakcik di kampung kepada kewibaawan pemuda ini dan "pakej"nya sebagai penyanyi serba boleh idaman masyarakat melayu.

Saya masih ingat ketika seorang rakan membawa saya menziarahi tok wan nya di kedah, tok wannya ketika itu sedang sibuk mengoreng ikan pekasam di dapur,nampak bersungguh tok wan menyediakan makanan. Tiba-tiba dengan tak semena-mena berteriaklah cucu-cucu tok wan memanggilnya dari ruang tamu "tok wan! tok wan ! mawi ! mawi!" .Dengar sahaja nama mawi, entah macam mana bertambah kudrat orang tua tu, jadi hyper, terus tok wan berlari ke depan. Tengoklah penangan aura mawi,tok wan pun mampu berlari.

Keserderhanaan siti nurhaliza dalam berpakaian juga begitu menyentuh masyarakat kampung sehinggakan beliau juga mendapat panggilan artis sederhana oleh permirsa-permisa dari negeri seberang, dan tidak sedikit peminatnya di sana. Siti juga diminati oleh aktivis2 gerakan di sana, malah ada usulan untuk membuat pendekatan agar belaiu didakwahi. Begitu sekali.

Padahal bagi penulis, dan penulis juga berkeyakinan aktivis gerakan islam yang lain juga bersetuju bahawa mawi dan siti hanya ikon melayu totok yang tidak membawa apa-apa nilai dalam visi perjuangan islam. Malah mereka secara terang-terang mencabuli kemurniaan dan
kejernihan addin yang mulia ini. Siti suatu ketika bertudung litup dihari pernikahan, dengan tidak semena-mena membuka tudung menghiburkan suami tercinta katanya. Padahal yang mendengar nyanyiannya bukan hanya suami tetapi puluhan ribu penontoh lelaki dan wanita. Mawi, dalam video klip yang tersebar di youtube menunjukkan buruknya akhlak pemuda ini. Dalam keadaan mamai (atau buat-buat mamai) beliau menyanyi kemudian bertakbir.

Baik, berbalik kepada cerita pak lah. Sekali lagi pak lah adalah tipe tipikal orang melayu yang cukup ideal. beliau berasal dari keluarga yang sederhana, keluarga ulamak, mampu menjadi imam dan dalam masa yang sama menjadi presiden sebuah parti bermazhab kebangsaan. Masyarakat melayu tidak kritikal dengan isme kebangsaan ini, dan tak merasa penting pun untuk ambil tahu kerana bagi mereka cantik baju cantiklah orangnya, cantik orangnya cantiklah budi bahasanya, budi bahasa budaya bangsa. Orang melayu tidak kritikal melihat, tangan pak lah di atas mahu datuk michel. Orang melayu juga tidak kritikal melihat isterinya tidak bertudung, kerana apa kerana pak lah adalah ikon melayu yang moderat dan rata-rata masyarakat melayu berfahaman seperti itu.Si leha tak perlu bertudung litup,cukup berselendang dan berbatik, berkebaya dan bersongket, jalan tersipu-sipu sudah tergambar stigma seorang perempuan melayu terakhir. Padahal dalam islam,budaya dan adat yang melanggar had dan syariat adalah tertolak.

Kita selalu mendengar teori ice berg. Penulis akan bawa teori ini kepada satu anologi mudah. Melihat Sebuah bongkah ais (ice berg) yang besar, apa yang terlihat pada bahagian atas ice berg itu hanyalah "event" atau peristiwa-peristiwa kulit yang sebenarnya di dasari oleh satu ketulan ais yang beratus-ratus tan lebih berat dan besar. Dasar yang berat dan besar inilah dalam diri manusia diistilahkan sebagai"mental model".

Bagi memudahkan kita memahami event dan mental model ini penulis bawakan contoh berikut, apabila kita melihat seorang pelajar membuli, jangan kita salahkan "event" yang berlaku iaitu perbuatan membuli, kita kena lihat dasar atau akar perbuatannya itu. Dasar atau akar adalah
disebabkan "mental model" yang telah dibentuk oleh sistem kehidupan mereka sekian lama. pelajar ini mungkin dirumahnya sudah biasa dengan kehidupan keluarga yang kasar dan bengis. Baik ayahnya ibunya mahupun adik-adiknya. Jadi sistem keluarga membentuk mental model pelajar berkenaan sehingga menjadi budaya dan amalan yang mendarah daging.

Jadi apabila kita menyanggah ketidak islaman atau kehadarian pak lah , kita jangan lupa, pak lah telah menjadi tipe tipikal kesukaan orang melayu yang rata-rata orang melayu adalah sejenis/ "sefikrah" dengan beliau.Pak lah tetap menjadi ikon melayu sejati yang sederhana dan
orang melayu yang telah dibentuk kemelayuaanya akan tetap menyokong pak lah. saya yakin 100% pak lah akan memenangi pilihanraya umum yang akan datang walaupun mungkin ada tentangan-tentangan daripada parti pembakang.

Jadi bagaimana kita menyelesaikan "event" ini. Sudah tentu kita perlu pecahkan "mental model" masyarakat melayu sehingga islam menjadi budaya bukan sekadar baju. Pecahkan mental model ini dengan apa, pecahkan dengan tarbiyyah. Tarbiyyah tidak hanya memasang baju islam sementara, tetapi tarbiyyah menanam budaya islam di dalam diri individu. Kerja tarbiyyah untuk memecahkan mental model ini cukup lama dan perit sesuai dengan tabiat dakwah towil ashil (panjang tetapi asli). Bina dahulu mental model masyarakat melayu terhadap budaya islam yang hakiki bukan sekadar emosi. Kerana islam yang lahir dari emosi akan cepat padam apabila melihat kecantikan peristiwa-peristiwa duniawi.

Saturday, November 17, 2007

Isu raja murka perhimpunan haram 10Nov2007

Berikut adalah laporan Berita Harian

Seri Paduka kesal perhimpunan haram

KUALA LUMPUR: Yang di-Pertuan Agong Tuanku Mizan Zainal Abidin dan Istana Negara tidak pernah memperkenankan atau menyokong mana-mana pihak yang menganjurkan atau terbabit dalam perhimpunan haram di ibu negara, 10 November lalu.

Datuk Pengelola Bijaya Diraja Istana Negara, Datuk Wan Mohd Safiain Wan Hasan, menegaskan Seri Paduka kesal kerana beberapa pihak tertentu mendakwa perhimpunan haram itu mendapat perkenan dan sokongan baginda serta Istana Negara.

"Sesungguhnya Seri Paduka amat kesal dengan perhimpunan haram yang diadakan itu, lebih-lebih lagi kerana ada dakwaan daripada beberapa pihak tertentu bahawa Tuanku dan Istana Negara memperkenankan serta menyokong perhimpunan haram itu.

"Seri Paduka ingin menegaskan bahawa baginda dan Istana Negara tidak pernah pada bila-bila masa memperkenankan atau memberikan apa-apa sokongan, secara langsung atau tidak langsung, kepada mana-mana pihak yang menganjurkan atau terbabit dalam perhimpunan haram itu dan apa juga kegiatan lain yang menyalahi undang-undang," katanya dalam satu kenyataan, semalam.

Kenyataan yang dikeluarkan atas titah Yang di-Pertuan Agong itu, merujuk perhimpunan haram di ibu negara 10 November lalu dan memorandum yang dikemukakan kepada Istana Negara pada hari sama oleh Gabungan Pilihan Raya Bersih dan Adil (Bersih) yang didalangi beberapa parti pembangkang dan badan bukan kerajaan (NGO).


Sebelum itu, Wan Mohd Safiain mengadakan sidang media di Istana Negara, bagi menjelaskan mengenai kenyataan berkenaan. Hadir sama ialah Setiausaha Sulit Kanan Yang di-Pertuan Agong, Mohd Zuki Ali.

Ini adalah kali pertama Istana Negara mengadakan sidang media bagi memperjelaskan mengenai sesuatu isu.

Isnin lalu, Setiausaha Agung Pas, Datuk Kamaruddin Jaffar, dalam satu kenyataan mendakwa, gabungan itu mengambil keputusan menyerahkan memorandum berkenaan kepada Yang di-Pertuan Agong selepas Seri Paduka sendiri memberikan perkenan.

Tindakan pembangkang itu mendapat kritikan pelbagai pihak termasuk Perdana Menteri, Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi yang menyifatkannya sebagai cubaan mengheret institusi raja, terutama Yang di-Pertuan Agong, ke kancah politik.

Wan Mohd Safiain dalam kenyataan tiga halaman itu berkata, sebagai ketua utama negara, tanggungjawab Seri Paduka adalah untuk memastikan sistem pentadbiran negara berlandaskan prinsip Raja Berperlembagaan seperti termaktub dalam Perlembagaan Persekutuan, sentiasa dihormati dan dipatuhi semua.

Beliau berkata, Seri Paduka berharap rakyat tidak membabitkan diri dalam sebarang kegiatan atau tindakan yang menyalahi atau bertentangan dengan undang-undang.

"Sesungguhnya setiap rakyat bertanggungjawab untuk memelihara ketenteraman awam demi menjamin keamanan dan kesejahteraan negara.

"Seri Paduka berharap agar rakyat dapat bersama-sama mengekalkan semangat persaudaraan dan perpaduan demi membina negara yang lebih makmur, bersatu padu dan dihormati," katanya.


berikut adalah laporan harakahdaily.net, mengambil intisari penulisan Raja Petra

Benarkah Sultan Mizan murka?

'Tuanku Mizan Kesal Dakwaan Baginda Sokong Perhimpunan Haram' itulah tajuk berita yang dikeluarkan oleh Bernama, yang dianggap oleh Raja Petra sebagai satu 'permainan silapmata' di Laman Malaysia Today. Artikel ini adalah terjemahan bebas dari tulisan Raja Petra di dalam kolumnya 'The Corridor of Power'.

Kepada rakyat bawahan pastinya pengumuman begitu sesuatu yang 'serius'. Pegawai tinggi Istana Negara Datuk Wan Mohd Safiain Wan Hasan mengeluarkan kenyataan bagi pihak Agong! Siapa sebenarnya Dato' Wan Mohd Safiain?...

Wan Safiain berasal dari Terengganu yang berkhidmat di Jabatan Perdana Menteri, yang mana sebenarnya seluruh pejabat Istana adalah dibawah Jabatan Perdana Menteri. Pegawai-pegawai yang bekerja di istana Negara adalah sebenarnya pegawai kerajaan yang di'tanam' di istana untuk menjadi mata, telinga dan kadang-kadang menjadi 'mulut' kerajaan. Oleh kerana itu, sekarang kita ketahui bagaimana kerja Jabatan Perdana Menteri di Istana Negara.

Kenyataan media yang dikeluarkan pada hari ini bukan keluar dari DYMM Agong, kerana ia tidak dikeluarkan oleh Penyimpan Besar Mohor Raja-raja. tetapi adalah dari pegawai kerajaan Malaysia.

Apabila 100,000 rakyat minta perkenan Agong untuk mengadap pada 10 November lalu, Agong tidak mengatakan 'tidak mahu' menerima 100,000 orang rakyat untuk mengadap beliau. Agong bahkan mahu mengetahui berapa ramai yang akan mewakili 100,000 rakyat dan nama-nama mereka yang akan mengadap.

Agong juga menyedari bahawa kerajaan akan cuba mengecewakan usaha 100,000 rakyat untuk mengadap beliau. Dan itulah yang telah terjadi. Kerajaan meletakkan syarat supaya rakyat memohon permit untuk berhimpun mengadap Agong. Dengan itu BERSIH memohon permit namun telah ditolak oleh kerajaan, bahkan kerajaan memberi amaran akan bertindak sekiranya 100,000 rakyat berhasrat untuk meneruskan Himpunan Aman BERSIH. Dan polis pun bertindak bagi pihak kerajaan.

Apabila peluru gas pemedih mata di ledakkan kepada peserta Himpunan Aman BERSIH di sekitar Masjid Jamek-Masjid India, 'khabar telah disampaikan' bahawa Briged ke-19 Regimen Askar Melayu di-Raja (RAMD) telah bersiap siaga, untuk merempuh masuk sekiranya berlaku kemalangan maut. Empat Belas Kerta Perisai telah sampai sebelumnya dari Sungai Petani dan berkhemah di Kem Tentera Sungai Buloh, bersedia untuk campurtangan dalam notis segera. Mereka hanya perlukan 10 atau 20 minit untuk sampai ke lokasi sekiranya terdapat tindakan keras keatas rakyat.

Butang kecemasan akan ditekan dan loceng akan berbunyi. Peristiwa 13 Mei 1969 telah menyaksikan kejadian sepertinya di Kampong Bharu. Regimen Askar Melayu bukan satu permainan, dimana Agong adalah Ketua Komander dan askar akan mematuhi arahan komander tanpa mengambil kira keselamatan nyawa mereka.

Sebab itulah tindakan polis mengendur. Tugas mereka dikurangkan dengan hanya diletakkan di persimpangan untuk menghentikan kereta bagi memberi laluan peserta Himpunan Aman BERSIH untuk melintas jalan dengan selamat. Regimen Askar Melayu di Raja terus bersiap siaga sehingga keesokkannya. Kemudian 14 kereta perisai, senyap-senyap keluar dari Sungai Buloh dan kembali ke Sungai Petani.

Itulah yang membimbangkan kerajaan. Agong tidak bertitah, baginda tidak mahu menerima mengadap wakil-wakil dari Himpunan Aman BERSIH 100,000 Rakyat. Bahkan Agong meminta nama-nama perwakilan yang mengadap. Dan apabila kerajaan mengugut untuk mengambil tindakan terhadap rakyat, Briged ke 19 RAMD telah dihantar ke Kuala Lumpur dengan 14 buah kereta perisai. Inilah caranya Agong mengatakan bahawa sekiranya kerajaan bertindak menembak para peserta Himpunan BERSIH, sebagaimana kerajaan menembak Suwandi dan Azman di Batu Burok, dia akan bertindak atas nama rakyat.

Oleh yang demikian, kerajaan tidak berkeras. Mereka tidak ada pilihan kerana 100,000 rakyat mahu mengadap Agong, dan Agong mengisyaratkan 'Ya' kepada rakyat. Briged ke 19 RAMD dihantar untuk memastikan bahawa isyarat penerimaan 'Ya' Agong terhadap permohonan mengadap rakyat, dipenuhi.

Pak Lah telah mengeluarkan 'dekree' di dalam ucapan penggulungannya di akhir Perhimpunan Agung UMNO sehari sebelum Himpunan Aman BERSIH. Dia kata dia 'pantang di cabar'. Menantunya, si Khairy meminta polis menangkap semua orang yang menyertai Himpunan Aman BERSIH.

Jadi, tangkaplah si Khairy ! kalau boleh tangkap!. Tangkap 1,000, tangkap semuanya 2,000 orang. Kalaupun jumlah 5,000 orang, tangkap semuanya! Tangkaplah semuanya kalau jumlah 50,000 orang sekalipun. Tetapi, sekiranya jumlah 50,000 ditangkap, masih ada dalam perjalanan 50,000 orang lagi! Bagaimana nak tangkap 100,000 orang rakyat sekiranya ada 50,000 orang lagi sedang berarak tiba di Kuala Lumpur?

Mana boleh tangkap jumlah 50,000 orang! Mana polis ada kemudahan lori untuk menangkap 50,000 orang dan mana ada penjara yang boleh memuatkan 50,000 orang.tahanan !

Kesudahannya, Himpunan 100,000 rakyat yang sebenarnya berlaku di Istana Negara. Walaupun pada mulanya, BERSIH mengisytiharkan akan berhimpun di Dataran Merdeka. Nampaknya kerajaan telah tertipu! Mereka (BERSIH) mahu polis berhimpun (tertumpu) di Dataran Merdeka, supaya peserta Himpunan BERSIH boleh berarak ke Istana Negara tanpa sebarang halangan. BERSIH telah menang, kerajaan tertipu!

Baiklah, kerajaan tak akan kalah semuanya. Kerajaan masih boleh membuat pengumuman yang DYMM Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong tidak setuju tidak berkenan. Kerajaan akan meminta ketua pengelola Istana Negara, seorang pegawai kerajaan, Datuk Wan Mohd Safiain Wan Hasan, membuat pengumuman penting iaitu '(Agong) Tuanku Mizan Kesal Dakwaan Baginda Sokong Perhimpunan Haram'.

Mungkin rakyat jelata akan percaya? - buletinonline.net



Wednesday, November 14, 2007

Mengapa Allah tidak menjadikan syaitan taat kepadanya?

Bismillah

Dalam eramuslim rabu 14 Nov 2007, ada satu pertanyaan di dalam ruangan Ustadz menjawab bersama Ust H. Ahmad Sarwat LC. Pertanyaan tersebut berbunyi begini:-

"Mengapa Allah tidak menjadikan Syaitan taat kepadanya?"

Jawapan yang diberikan oleh Al Akh Ustaz cukup terbuka dan logik. Tidak ada satu dalil pun yang dikemukan. Dan ini juga method Nabi Ibrahim ketika berhadapan dengan Namrud. Apabila Namrud mendakwa dia mampu menghidupkan dan mematikan dengan membiarkan seorang manusia hidup dan membunuh yang seorang lagi. Maka Nabi Allah dengan kebijaksanaannya, mematahkan hujah Namrud dengan menyerang kembali egonya. Mungkin begini kata-kata Nabi Allah...

"Baik kamu boleh menghidupkan dan mematikan. Tetapi Tuhan kami , Allah menerbitakan matahari dari timur dan menengelamkannya ke barat, tolong terbitkan dari barat dan tenggelamkan di Timur...Fabuhitallazi kafar, tercenggang-cengganglah si kafir itu kata Allah kerana sehingga tahun 2007 ini, matahari tetap terbit dari timur dan tenggelam ke barat..."

Begitulah juga method nabi2 dan rasul2 pesuruh Allah yang lain...menghadapi soalan yang "kurang cerdik" kadang kala tak perlu membazir air luar mengungkap dalil, cukup dengan menyerang ego si penanya.

Sebenarnya kita ada keupayaan untuk memilih utk jadi baik atau jahat kerana peralatan hidup (life tools) yang Allah kurniakan. Peralatan yang hidup bukannya kaku baku seperti lumrahnya sebuah alat ciptaan manusia. Dengan alat ini manusia berfikir dan merancang, bersikap dan berbuat.


Dalam keadaan yang lain, kenapa kita tak pertanyakan juga mengapa Allah mencipta mansia jahat dan manusia baik.

Maka ini jawapannya...Manusia baik dan manusia jahat itu menunjukkan kehebatan ciptaan Allah. Cuba tanya kepada manusia baik kenapa dia baik, maka kita akan lihat metodologi Allah menciptakan mereka sehingga mereka hanya nampak kebaikan. Cuba kita tanya manusia jahat kenapa mereka jahat, maka kita juga akan lihat metodologi Allah menjadikan mereka sehingga mereka dihijab daripada kebaikan dan memandang baik perbuatan jahat mereka.

Sekali lagi itulah kehebatan dan kekuasaan Allah menciptakan ciptaannya. Allah tidak mencipta manusia seperti robot yang perbuatannya diprogram dengan terhad. Tetapi Allah memprogram manusia dengan tindakan yang luar biasa banyak sehingga berkemampuan memikirkan untuk menciptakan sesuatu dari sesuatu. suatu teknologi yang tidak mampu manusia alihkan kepada robot.

...jadi program Allah kepada manusia luar biasa. Allah menciptakan dua processor yang mandiri iaitu akal dan fuad yang mempunyai keupayaan memilih dan membuat keputusan sendiri.

wallahuta'ala a'lam

Saturday, November 10, 2007

objectivity

Qul hatu burhanakum inkuntum shodiqin

Ayat di atas menunjukkan objectivity dalam Islam. Islam adalah sebuah agama yang rasional dan mengiktiraf kewarasan ilmu. Islam menolak sesuatu hujah beremosi tanpa dokongan wahyu. Rasulullah sendiri, ketika baginda cuba bertindak diluar objectivity Islam, Allah menegur langsung, walaupun bagi pandangan saya Rasulullah sudah cukup rasional ketika itu. Sebagai contoh tindakan Rasulullah mengasingkan diri daripada isteri2 baginda disebabkan tindakan mereka yang baginda tidak dapat terima, Rasulullah ditegur Allah dengan mafhumnya

"Wahai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang telah Allah halalkan"


Rasulullah cuba serasional mungkin, mengendalikan sesuatu keadaan yang tidak disukainya. Baginda tidak memarahi isterinya, jauh sekali mengherdik mahupun memukul, tindakan yang biasa dilakukan kebanyakkan manusia. Baginda serasional mungkin bertindak dengan hanya mengasingkan diri dengan tidak menyentuh mereka sebagai satu "silent protes". Tetapi tetap sahaja tidak mendapat redha Allah.

Baginda Muhammad dalam ketika yang lain, cuba serasional mungkin menolak permintaan ibn makhtum ketika sedang sibuk mempromosikan islam terhadap pembesar Quraisy. Baginda tidak menghalau, jauh sekali menyumpah mahupun menghina. Baginda hanya berpaling, dan Maha Suci Allah, perbuatan berpaling, yang bagi saya satu perbuatan yang cukup rasional itupun ditegur Allah kerana tidak sesuai dengan tabiat dinNya.

Begitulah objectivity dalam Islam. Sampaikan "burhan" atau bukti kamu jika kamu benar. Berhujahlah dan bukan menghujat. Betapa besarnya kesilapan kita apabila kita mula menghujat. Kita lihat bagaimana senario politik tanahair mutaakhir ini apabila para politikus ini mula menghujat maka keluarlah bermacam-macam istilah; bapak setan, beruk, monyet, yang bagi kita orang biasa, istilah yang hanya keluar dari lidah dan hati busuk manusia yang tidak pernah belajar. Apabila para politikus ini mula menghujat maka keluarkan juga bermacam-macam isyarat tangan, kaki, badan yang bagi kita orang biasa, isyarat hanya keluar dari diri manusia yang tidak pernah sekolah.

p/s tulisan yang dicerahkan perlu melalui pencerahan yang sahih

Thursday, November 08, 2007

konsep,pembolehubah,definisi operasional

Dalam penulisan ilmiah (sains sosial, sains politik,pendidikan dan sebagainya), terdapat dua arah penyelidikan yang utama iaitu penyelidikan kuantitatif dan kualitatif. Kuantitatif sesuai dengan namanya adalah penyelidikan yang memerlukan pembuktian jawapan melalui kuantiti (quantify), numerik dan empirik. Penyelidik yang cenderung kepada penyelidikan ini dinamakan sebagai positivist atau objektivist. Pada aliran penyelidikan kualitatif pula, objektif akhir adalah untuk memahami sesuatu fenomena dan kejadian dengan lebih mendalam berdasarkan tema-tema yang diperoleh melalui kajian. Pembuktian jawapan tidak memerlukan angka sebaliknya melalui data-data lapangan seperti temuramah, pemerhatian ditriangulasi menjadi satu maklumat yang kaya (rich response). Penyelidik yang cenderung kepada penyelidikan ini pula dinamakan sebagai naturalist.

Samaada anda positivist atau naturalist, displin didalam kedua-dua aliran penyelidikan ini mewajibkan anda mendalami, memahami dan menguasai konsep-konsep yang terbit di dalam tajuk penyelidikan anda. Sebagai contoh, jika seseorang melakukan penyelidikan kuantitatif berkaitan "tahap pencapaian pelajar", beliau perlu mendalami, memahami dan menguasai konsep-konsep berkaitan "tahap pencapaian". Apakah definisi-definisi tahap pencapaian daripada kajian-kajian lepas dan sebagainya. Dari situ nanti, barulah penyelidik mampu mengeluarkan pembolehubah-pembolehubah berkaitan "tahap pencapaian". Pembolehubah ini seterusnya didefinisikan lagi sehingga memiliki makna operasional yang akhirnya dapat diukur dan dianalisis.

Saya nak bawa displin keilmuan ini kepada sudut pandang islam. Rasulullah saw, adalah satu figur yang cukup terbilang dalam mengkonsepkan sebuah ideologi fitrah sesuai dengan perintah Allah. Sebagaimana yang kita tahu, jarak Isa dengan kerasulan Muhammad hampir 1000 tahun, dan dalam rentang masa itu, manusia sudah jauh dari konsep aqidah yang haq. Walaubagaimanapun selagi beragama itu adalah fitrah manusia, maka manusia yang menjaga fitrahnya akan mudah menerima Islam, akan mudah mengenal tujuan kejadiaanya.

Sekali lagi, Rasulullah adalah figur terbilang dalam mengkonsepkan sebuah ideologi fitrah sesuai dengan perintah Allah, dan bukan sesuai dengan posisinya (position) dan kepemilikannya (possess) pada waktu itu.

Posisi Rasullah pada waktu itu cukup memungkinkan Rasulullah mengkonsepkan Islam secara kekuasaan politik. Rasulullah memiliki seorang datuk pemimpim kabilah yang cukup disegani. Rasulullah juga memiliki suara dan ketokohan politik yang cukup profilik sehingga dilantik sebagai pemutus diantara parti-parti yang bertelagah. Amalan kepartian masyarakat quraisy pada waktu itu lebih hebat daripada sekarang. Walaupun perihal unta milik anggota satu parti dibunuh oleh anggota parti yang lain, maka gendang perang akan berlanjutan sehingga puluhan tahun. Maka yang jadi pemutus kepada persoalan ini adalah Muhammad Al-amin. Begitulah tingginya ketokohan Rasulullah dimata masyarakat Quraisy.

Rasulullah juga tidak mengkonsepkan Islam secara falsafah, walaupun perkembangan falsafah cukup pesat di Rom pada waktu itu. Malahan, di Mekah sendiri merupakan medan penyair menyairkan syair mereka.

Rasulullah juga tidak mengkonsepkan islam secara ekonomi, walaupun baginda memiliki kekuatan itu. Lihat sahaja kepada isteri baginda, Abu Bakr adalah antara "pengikut-pengikut" Rasulullah yang kaya.

Rasulullah tetap saja mengmbil tabiat program Alquran sebagai minhaj (tabiat minhajul qurani) yang sudah tentunya uslubnya, tabiatnya adalah satu perjalanan yang panjang dan sukar.

Tuesday, November 06, 2007

penulisan popular vs penulisan ilmiah/akademik

Alhamdulilah, mutaakhir ini terdapat ramai muda-mudi yang cenderung memilih penulisan sebagai medium dakwah atau medium untuk berkongsi pengalaman hidup. Sebenarnya terdapat perbezaan yang besar yang perlu diperhatikan di dalam tema penulisan. Penulisan dibahagikan kepada dua iaitu penulisan popular dan penulisan akademik (juriah 2007). Saya sentuh terlebih dahulu berkaitan penulisan akademik kerana alhamdulilah Allah beri saya kesempatan untuk berkecimpung di dalam dunia akademik hampir 20 tahun.

Penulisan akademik adalah penulisan yang paling kering. Penulisan akademik tidak dipengaruhi oleh kecenderungan emosi atau naluri penulis sebaliknya hanya bergantung kepada rujukan-rujukan ilmiah (diterbitkan atau tidak diterbitkan) semata-mata. Istilah diterbitkan atau tidak diterbitkan perlu difahami terlebih dahulu. Rujukan ilmiah yang diterbitkan adalah semua rujukan yang telah melalui proses "peer reviewing" di dalam school of thoughts masing-masing. Contoh sekiranya seseorang menulis tentang isu-isu berkaitan pendidikan, tulisan mereka perlu diedarkan ke seluruh dunia pendidikan untuk dikritik dan dinilai. Di sini, penulis berhak mempertahankan penulisan mereka dengan hujah dan bukan emosi. Penulis juga perlu menerima pendapat dan kritikan yang diberikan bagi menambahbaik penulisannya.


Bagi rujukan tidak diterbitkan pula adalah semua penulisan yang berbentuk disertasi, thesis, laporan praktikum atau kertas projek. Penulisan ini banyak terdapat disemua shelf perpustakaan-perpustakaan universiti di seluruh dunia. Penulisan ini hanya dinilai oleh satu komiti penilai yang kecil (contoh graduate commitee) dan seterusnya disahkan sebagai satu syarat untuk mendapat ijazah, sarjana atau doktor.


Ditekankan sekali lagi, penulisan ilmiah adalah satu penulisan yang kering dan kaku. Penulisan ini hanya dibaca oleh audien di dalam sektor pemikiran masing-masing. Kering dan kaku bukanlah satu konotasi kurang baik, tetapi menunjukkan betapa penulisan ini tidak menjadi pilihan banyak penulis (termasuk saya) dan juga penulisan ini tidak dapat dikuasi oleh kebanyakkan orang walaupun mereka sudah lama menulis.

Berbalik kepada penulisan popular. Penulisan popular adalah penulisan yang berlatarbelakangkan perasaan, emosi, kecenderungan peribadi, pengalaman dan intuisi. Penulisan ini cukup segar dan cerah. Penulisan popular, dari segi istilah dan kandungan sebenarnya tidak pernah diiktiraf oleh ahli akademik sebagai penulisan ilmiah walaupun penulis popular mengungkapkan rujukan mereka. Walaubagaimanapun, penulisan ini banyak membawa audien awam kepada satu kaedah, pemikiran, fikrah yang disampaikan oleh penulis popular dengan jayanya.

unpublished journal

Buli di Sekolah: Siapa Patut Dipersalahkan

Oleh

Mohammd Hafiz b Mohd Yusof

Fakulti Pendidikan, Universiti Kebangsaan Malaysia


PENGENALAN

Sejarah awal manusia sudah dimulai dengan fitrah kemanusian yang tidak pernah berpuas hati dengan apa yang mereka miliki. Tamadun Rom, Parsi wujud kekejaman sesama manusia. Manusia yang lemah akan dijadikan bahan tekanan, permainan dan hiburan oleh manusia yang kuat dan berkuasa.

Kes buli merupakan rentetan dari perjalanan sejarah manusia. Kes buli sebenarnya tidak boleh diskopkan kepada pelajar-pelajar sekolah tetapi ia adalah konflik kemanusian yang dihadapi oleh manusia dari awal sejarah manusia. Beberapa kronologi kes buli ini disingkap oleh akbhar Utusan Malaysia (2004) edisi 31 Mac 2004 bermula daripada kes Gan En Teck pada Mac 2002 seorang pelajar sekolah swasta di Johor Bharu yang cedera parah dibelasah 10 orang samseng, kes seorang pelajar tingkatan dua Sekolah Menengah Mambau Seremban pada Mei 2002 cedera dibelasah dihadapan surau, kes seorang pelajar Sekolah Perantis Putra Tentera Darat di Port Dickson pada Julai 2003 yang patah tulang rusuk kanan setelah dipukul oleh kira-kira 30 orang pelajar lelaki, kes Mohd Hafizi Jumhari pada 14 Ogos 2003 pelajar tingkatan empat Sekolah Menengah Teknik Batu Pahat yang kehilangan fungsi buah pinggang kiri akibat dibelasah, Kes Ahmad Firdaus Zakarian, 15 pada 31 Oktober 2003 yang maut selepas tiga hari koma di Hospital Port Dickson akibat dipukul oleh sekumpulan pelajar dengan objek tumpul di kepalanya sehinggalah kepada kes tergempar sehingga menjadi isu nasional iaitu kes kematian adik Mohamad Farid Ibrahim, 14 dari Sekolah Menengah Agama Datuk Klana Petra Maamor Seremba yang meninggal dunia akibat dibelasah oleh 14 pelajar senior menggunakan but askar.

Di dalam laporan akhbar bertajuk ‘Empat puluh cadangan tangani displin pelajar’ (2004) bekas Pengarah Bahagian Siasatan Jenayah Bukit Aman Datuk Musa Hassan sebanyak 40 hingga 50 peratus daripada kes juvana adalah terdiri daripada pelajar sekolah. Januari sehingga Oktober 2004, sebanyak 2387 tanggkapan pelajar dibuat yang melibatkan 1275 kes berbanding 3016 kes juvana dengan 4674 tangkapan. Kumpulan-kumpulan samseng juga menjadikan pelajar sekolah sebagai anggota baru mereka. Mereka merekrut para pelajar yang kebiasaan hidup liar dan bebas dari kawalan guru-guru dan keluarga.

LITERATUR

Isu buli ini telah sampai sehingga ke perhatian kabinet. Di dalam mesyuarat kabinet 23 Jun 2004 seperti yang dilaporkan di dalam akhbar bertajuk ‘Kabinet bimbang masalah remaja’ (2004) Perdana Menteri menyampaikan kerisauan dan kebimbangan kabinet terhadap penigkatan masalah social di kalangan remaja di Negara ini dan mahu ia segera ditangani. Kawasan-kawasan bandar yang terdapat gerakan-gerakan samseng bawah tanah perlu dihapuskan. Program-program anti dadah, anti jenayah juvanel perlu digiatkan, memperkasakan sekolah kebangsaan dengan menjadikannya sekolah pilihan utama perlu diberi perhatian serius oleh semua pihak. Menurut beliau, masalah buli ini boleh diatasi dengan mengutamakan pendidikan. Beliau dan timbalannya juga bersetuju untuk meningkatkan jumlah anggota polis siap dengan kelengkapan latihan, anggota dan logistik yang mencukupi dalam usaha membendung jenayah di negara ini. Ini kerana keperluan yang munasabah akan membantuk usaha polis membasmi jenayah dengan lebih berkesan.

Di dalam artikel diakhbar bertajuk emosi pembuli mangsa tercalar (2004), Prof. Madya Dr. Zasmani Syafie seorang pakar di Jabatan Psikiatri Hospital Universiti Kebangsaan Malaysia menyatakan mangsa buli terlalu takut untuk memaklumkan cerita perkara buli yang terjadi keatas mereka, dan lebih malang lagi, ada juga mangsa yang mengadu tetapi keluarga terutama ibu bapa mengambil mudah dengan mengatakan ia adalah sesuatu yang normal.

Noran Fauziah (2007) menulis rencana bertajuk empat langkah menghalang perbuatan buli yang bermula dari tahap sekolah, tahap kelas dan tahap individu.

Marzita Abdullah (2007) turut menulis sebuah yang merumuskan beberapa punca tabiat buli di sekolah. Pertama disebabkan kerana persekitaran sekolah yang wujud perhubungan negatif pelajar lelaki dan pelajar perempuan. Bagi masalah ini beliau mencadangkan guru-guru melakukan ujian sosiometri untuk mendapatkan maklumat tentang status perhubungan sosial pelajar. Masalah kedua adalah ibu bapa yang mengamalkan gaya keibu-bapaan yang salah. Dalam kajian yang dipetik daripada Noran Fauziah mendapati hanya 12% daripada ibu bapa pelajar yang membuli berbincang dengan anak-anak mereka. Ini menunjukkan satu jurang perhubungan wujud diantara ibu bapa dan anak-anak mereka. Seterusnya beliau mencadangkan agar ibu bapa untuk sering menghubungi pihak sekolah dan terlibat aktif dalam program anti-buli anjuran sekolah.

Aris dan Noor (2005) pula menjelaskan tentang masalah buli di sekolah dari sudut definisi buli, jenis buli dan ciri mangsa dan pembuli. Secara kesimpulannya beliau menyatakan sikap pelajar pembuli terhasil dari pengalaman lama (menjadi junior) di sekolah yang turut dibuli. Seterusnya mereka cenderung untuk melakukan perkara yang sama ketika mereka menjadi senior. Sifat membalas dendam akibat tekanan, deraan fizikal dan psikologi di zaman kanak-kanak ini telah dinyatakan oleh Sigmund Freud. Akhir sekali, beberapa cadangan digariskan oleh beliau bagi menangani masalah buli iaitu diperingkat individu, diperingkat kelas, diperingkat sekolah, diperingkat ibu bapa, diperingkat Jabatan Pelajaran Negeri dan diperingkat Kementerian Pelajaran.

PUNCA-PUNCA

Daripada hasil bacaan literatur. Penulis menyimpulkan tiga konteks yang boleh menjadi punca kes buli. Tiga konteks tersebut adalah:-

1) Persekitaran budaya rumah

2) Persekitaran budaya sekolah

3) Persekitaran budaya masyarakat

Persekitran budaya rumah


Rumah merupakan institusi pembinaan insan yang pertama bagi seseorang pelajar. Ini kerana, menurut Sharifah Alwiah (1986) pelajar-pelajar yang tidak mendapat perhatian dan kasih sayang di rumah akan cenderung membawa masalah displin ke sekolah. Oleh kerana rumah sebagai tempat membina kasih sayang sehingga muncul peribadi anak yang mulus, Parsona (1964) mengumpamakannya sebagai kilang tempat memproses peribadi manusia. Terdapat beberapa elemen yang membentuk persekitaran rumah yang seterusnya akan membentuk budaya rumah itu sendiri. Elemen-elemen tersebut adalah:-

  • Bapa
  • Ibu
  • Adik-beradik
  • Saudara-mara

Di dalam penulisan Aris dan Noor (2005) menyatakan bapa dan ibu adalah orang yang paling hampir dan rapat dengan anak-anak, oleh itu menjadi tanggungjawab mereka memberikan didikan agama yang lengkap kepada anak-anak mereka. Bapa merupakan ketua keluarga. Latarbelakang bapa banyak mempengaruhi pembentukan karakter seseorang anak. Bapa yang mempunyai budaya kehidupan yang bersih, mempunyai budaya akhlaq yang jernih dan budaya pemikiran yang analatikal akan mampu membentuk budaya rumahtangga yang bertanggungjawab. Sebaliknya jika seorang bapa mempunyai budaya kehidupan yang tidak teratur, sikap pemarah, panas baran, dan tidak menggalakkan budaya berfikir kritikal dikalangan anak-anak akan membentuk budaya rumahtangga yang stress, bercakaran dan saling bergaduh. Anak-anak ini akan melihat cara dan gaya Si Bapa sebagai contoh awal dalam membetuk karakter peribadi mereka.


Persekitaran budaya sekolah

Sekolah institusi pendidikan sekunder bagi pelajar. Budaya sekolah biasanya adalah berteraskan kepada pembentukan akademi dan hanya sedikit penekanan kepada pembinaan sahsiah dan akhlaq. Walaubagaimanapun kes-kes buli paling kerap berlaku di sekolah terutama di lokasi-lokasi seperti di dalam kelas, di kantin semasa rehat, di dalam perjalanan ke sekolah dan di dalam perjalanan dari sekolah (Azizi Hj Yahya & Abdul Latiif Ahmad 2005), dan per kes ini pula tidak menunjukkan penurunan yang ketara tetapi lebih bersifat pseunosodial (turun naik). Menurut Datuk Mahadzir Mohd. Khir (2004), dalam jawapan balasnya kepada YB Salahudin Ayub di Parlimen, beliau menyatakan sebanyak 155 kes kesalahan seksual berlaku sepangjang tahun 2000, diikuti 185 pada tahun berikutnya. Angka ini turun semula kepada 137 kes pada tahun 2002 dan catatan terakhir pada 2003 menunjukkan peningkatan kes kesalahan seksual sebanyak 195 kes. Berikut tadi adalah gambaran per kes. Maklumat daripada Pelan Induk Pembangunan (2007) menyatakan ada penurunan sebanyak 2.07 kes displin pelajar keseluruhannya dari 2003 ke 2004, walaubagaimanapun jika kita perhatikan data per kes, bagi tahun 2003 (Januari – Julai) sahaja kes yang dicatatkan adalah sebanyak 1662 dengan 3 kematian. Ini adalah satu angka yang besar dan mewakili populasi pelajar khususnya sekolah menengah. Ini bermaksud, kes ini memberi scenario negative persekitaran budaya sekolah-sekolah di Malaysia.



Persekitaran budaya masyarakat

Abdul Rahim (1980) menyatakan perlu ada penerapan persamaan displin pelajar samaada di rumah, sekolah mahupun di dalam masyarakat. Persamaan penerapan displin ini boleh dilaksanakan salah satunya dengan pendekatan kurikulum merentas. Dalam sebuah laporan akhbar bertajuk pembuli cuba menipu diri sendiri (2004), Prof. Dr Suradi Salim Pensyarah Jabatan Pendidikan Psikologi dan Kaunseling, Fakulti Pendidikan Universiti Malaya menyatakan kurikulum yang padat dengan muatan ilmiah dan akademik sahaja diwaktu ini menyebabkan pelajar tidak dapat berinteraksi baik dengan masyarakat. Ini menyebabkan masyarakat juga bersikap dingin dengan apa yang berlaku dipersekitaran sekolah terutama isu-isu displin yang melibatkan pelajar.

Penulis bahagikan faktor ini kepada tiga elemen utama:-

  • Sekolah sekitar
  • Maklumat
  • Suasana sekitar
  • Masyarakt sekitar

Sekolah sekitar adalah rangkaian sekolah-sekolah lain yang berdekatan dengan sekolah seseorang pelajar. Sekolah berdekatan sangat-sangat mempengaruhi perkembangan karakter pelajar. Melalui pengalaman penulis, ada dua keadaan yang biasanya berlaku, 1) Pelajar membentuk kumpulan kecil yang berkonfrantasi dengan sekolah-sekolah sekitar dan 2) Pelajar mencari jaringan kumpulan dengan pelajar dari sekolah berdekatan yang biasanya akan mencetuskan kumpulan haram dan kongsi gelap.

RUJUKAN

Abdul Rahim. 1980. Penerapan displin pelajar yang sama di rumah, sekolah dan masyarakat. Dlm. Haji Dzulkarnaian bin Haji Abdul Rahman. Persepsi guru tentang displin pelajar & peranan pengetua sekolah: satu tinjauan di sekolah-sekolah menengah Daerah Kinta Perak, hlm 73.

Aris dan Noor. 2005. Masalah Buli Di Sekolah. Seminar Pendidikan Fakulti Pendidikan. Universiti Teknologi Malaysia, Skudai Johor, 15 Oktober .

Azizi Hj Yahya dan Abdul latif Ahmad. 2005. Persepsi guru dan pelajar terhadap perlakuan buli dikalangan pelajar sekolah menengah Daerah Batu Pahat. Jurnal Teknologi UTM 43(E): 63-86.

Azman Ismail. 2004. Pelajar miskin lebih mudah terjebak gengsterisme. Utusan Malaysia, 26 April.

Emosi pembuli mangsa tercalar. 2004. Utusan Malaysia, 11 April.

Empat puluh cadangan tangani displin pelajar. 2004. Utusan Malaysia, 8 Disember.

Haji Dzulkarnaian bin Haji Abdul Rahman. 1992. Persepsi guru tentang displin pelajar & peranan pengetua sekolah: satu tinjauan di sekolah-sekolah menengah Daerah Kinta Perak. Tesis Sarjana. Universiti Kebangsaan Malaysia.

Kabinet bimbang masalah remaja. 2004. Utusan Malaysia, 23 Jun.

Marzita Abdullah. 2004. Tabiat di sekolah: Terbawa-bawa sehingga dewasa. Berita Harian, 5 November.

Noran Fauziah. 2007. Empat langkah halang perbuatan buli. Utusan Malaysia, 17 Ogos.

Parsona. 1964. Kilang tempat proses peribadi manusia. Dlm. Haji Dzulkarnaian bin Haji Abdul Rahman. Persepsi guru tentang displin pelajar & peranan pengetua sekolah: satu tinjauan di sekolah-sekolah menengah Daerah Kinta Perak, hlm 30.

Pelan Induk Pembangunan. 2007. Bab 4: Membina Negara Bangsa. (atas talian) http://www.pmo.gov.my/website/webdb.nsf/c204a026ddc49a4a482570d900339156/5ba437303ea4003c482572660002168b?OpenDocument (10 Ogos 2007)

Pembuli cuba menipu diri sendiri. 2004. Utusan Malaysia, 11 April.

Rajaguru & Daud samad. 1982. Sikap negatif ibu bapa. Dlm. Haji Dzulkarnaian bin Haji Abdul Rahman. Persepsi guru tentang displin pelajar & peranan pengetua sekolah: satu tinjauan di sekolah-sekolah menengah Daerah Kinta Perak, hlm 101.

Sebanyak 672 kes cabul, 176 kes ala samseng berlaku di sekolah. 2004. Utusan Malaysia, 1 Jun

Sharifah Alwiah. 1986. Pelajar yang tidak mendapat kasih sayang. Dlm. Haji Dzulkarnaian bin Haji Abdul Rahman. Persepsi guru tentang displin pelajar & peranan pengetua sekolah: satu tinjauan di sekolah-sekolah menengah Daerah Kinta Perak, hlm 45.

Yulpisman Asli. 2004. Empat jawatankuasa atasi salah laku murid. Utusan Malaysia, 20 Julai.